Bengkulu, eWarta.co -- Ketua STIA Bengkulu, Gustini, kembali melanjutkan kepemimpinannya untuk periode 2026–2030 setelah resmi dilantik, Rabu (7/5/2026). Pada periode keduanya ini, Gustini menargetkan percepatan perubahan status STIA Bengkulu menjadi institut.
Menurut Gustini, langkah transformasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan kampus agar memiliki ruang akademik yang lebih luas. Target itu dinilai realistis karena STIA Bengkulu telah memiliki capaian akreditasi unggul pada Program Studi Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis.
Ia menyebut perubahan status menjadi institut akan membuka peluang pengembangan program pendidikan yang lebih beragam. Selain itu, peningkatan kelembagaan juga diharapkan berdampak pada daya saing lulusan di dunia kerja.
STIA Bengkulu saat ini juga tengah menyiapkan pembukaan Program Pascasarjana Administrasi Bisnis. Program tersebut akan melengkapi Program Pascasarjana Administrasi Publik yang lebih dahulu berjalan di kampus itu.
Gustini mengatakan pengembangan program studi dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan dunia administrasi dan bisnis yang terus berkembang. Saat ini STIA Bengkulu memiliki Program Studi S1 Administrasi Publik, S1 Administrasi Bisnis, serta S2 Magister Administrasi Publik.
Dengan pengembangan kelembagaan dan akademik yang tengah disiapkan, STIA Bengkulu menargetkan menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan di Provinsi Bengkulu. Kampus itu juga ingin memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia profesional di bidang administrasi publik dan bisnis.









