JEMBER, ewarta.co – Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin (Gus Khozin), mengenang kelamnya pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Kabupaten Jember beberapa tahun lalu. Ia mengisahkan pengalamannya saat hendak mengurus kepindahan domisili dari Kota Bogor—tempat tinggalnya sejak 2013—kembali ke daerah kelahirannya di Jember.
Kala itu, lambatnya respons dari pihak pemerintah justru membuka celah lebar bagi praktik percaloan dan korupsi.
Pengalaman pahit tersebut ia bagikan saat menghadiri Kunjungan Kerja bersama Dirjen Dukcapil Kemendagri dan Ombudsman RI di Jember, Kamis (6/8/2026).
"Dulu saya coba aduan lewat hotline WhatsApp resmi. Pesannya baru dibalas 6 bulan kemudian. Akhirnya masyarakat terpaksa pakai calo biar cepat selesai," ungkap Gus Khozin.
Menurutnya, penyimpangan pelayanan publik sering kali bukan semata-mata karena ulah oknum, melainkan akibat sistem yang buruk.
"Korupsi sering terjadi by system. Masyarakat seolah dipaksa menggunakan jasa calo karena layanan resminya belum prima," tegasnya.
Sekarang Jauh Lebih Baik: Ada "Peta Cinta" dan "Wadul Gus'e"
Gus Khozin menegaskan, kondisi pelayanan publik di Jember saat ini sudah jauh berubah ke arah yang lebih baik.
"Kini urus Adminduk tidak perlu jauh-jauh ke pusat kota. Cukup selesai di kecamatan masing-masing," ujarnya.
Ia menyoroti dua program unggulan Pemkab Jember, yakni Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan) serta Wadul Gus'e sebagai kanal pengaduan cepat. Kedua program ini dinilai berhasil memangkas birokrasi dan mempercepat penyelesaian masalah Adminduk.
Ia menambahkan, Dirjen Dukcapil dan Ombudsman RI yang meninjau langsung ke lapangan turut memberikan apresiasi sekaligus motivasi agar layanan prima ini terus dipertahankan dan dikembangkan.
Demi mendukung keberhasilan program Peta Cinta, Bupati Jember, Gus Dr. Muhammad Fawait, mengusulkan penguatan infrastruktur pelayanan kepada pihak Kemendagri.
Pengusulan tersebut meliputi pengadaan 3 unit mesin cetak e-KTP baru untuk 3 kecamatan wilayah perkotaan yang belum memiliki, serta peremajaan 7 unit mesin cetak di kecamatan lain yang kondisinya sudah usang.
"Kami berharap instrumen pelayanan diperbarui. Kalau mesinnya baru, proses cetak e-KTP pasti jauh lebih cepat," ujar Gus Fawait.
Selain peremajaan mesin, Bupati Jember juga meminta kepastian pasokan serta ketersediaan stok blanko e-KTP secara konsisten dari Ditjen Dukcapil.
"Pemenuhan mesin modern dan jaminan stok blanko yang memadai adalah kunci utama agar layanan Adminduk di Jember berjalan optimal, cepat, dan gratis tanpa hambatan teknis," pungkasnya.
Menutup keterangannya, Gus Khozin berpesan agar Pemkab Jember tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian saat ini.
"Perjalanan perbaikan layanan Adminduk di Jember sudah di jalur yang benar. Namun ke depan harus terus ditingkatkan agar seluruh warga mendapatkan akses data kependudukan yang cepat, tepat, dan sepenuhnya gratis," tegas Gus Khozin. (hafit)










