JEMBER, eWarta.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi mengumumkan kelanjutan program bantuan pendidikan unggulan, Beasiswa Cinta Bergema (Beasiswa Bupati Jember untuk Generasi Masa Depan) tahun anggaran 2026.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Bupati Jember, H. Muhammad Fawait (Gus Fawait), di hadapan ratusan kader Posyandu serta pengurus RT/RW dari tujuh desa dalam rangkaian agenda Bunga Desaku (Bupati Jember Ngantor di Desa) di Balai Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Senin (6/4/2026).
Komitmen Perluas Akses Pendidikan
Program beasiswa ini menyasar mahasiswa jenjang D3, D4, hingga S1, baik yang berkuliah di dalam Jember maupun di luar daerah. Syarat utamanya adalah mahasiswa aktif ber-KTP Jember.
Gus Fawait mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Pemkab Jember telah sukses menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 7.000 mahasiswa yang tersebar di 170 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
"Tahun lalu kita sudah jaring 7 ribu lebih mahasiswa. Tahun ini, program Beasiswa Cinta Bergema akan terus kita lanjutkan dengan target total mencapai 20 ribu mahasiswa asal Jember," tegas Gus Fawait.
Prioritas bagi Anak Kader Posyandu
Dalam sesi serap aspirasi, seorang kader Posyandu sempat mencurahkan keluhannya terkait anaknya yang belum lolos seleksi pada tahun sebelumnya. Menanggapi hal tersebut, Gus Fawait memberikan angin segar.
"Bagi anak kader Posyandu yang kemarin belum diterima, silakan mendaftar kembali tahun ini. Saya juga meminta Pak Camat untuk mengawal prosesnya agar anak-anak berprestasi dari keluarga pejuang kesehatan di desa bisa terakomodasi," jawabnya disambut tepuk tangan warga.
Kategori dan Skema Beasiswa
Berdasarkan data tahun 2025, Beasiswa Cinta Bergema terbagi dalam beberapa kategori untuk memastikan pemerataan bantuan:
No Kategori Beasiswa Persentase Pagu
1 Prestasi (Akademik & Non-Akademik) 15%
2 Afirmasi Ekonomi (Warga Kurang Mampu) 30%
3 Guru dan Perangkat Daerah/Desa 10%
4 Kompetisi 10%
5 Santri Pondok Pesantren dan Hafiz Qur'an 15%
6 Beasiswa Khusus 15%
Beberapa mahasiswa yang juga merupakan kader Posyandu hadir memberikan testimoni. Mereka mengaku program ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga, sehingga mereka bisa fokus belajar tanpa khawatir terkendala pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak terciptanya generasi Jember yang kompeten, berdaya saing, dan mampu memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan tinggi. (Adv)
Penulis: Hafit
Foto: Bupati Jember Gus Fawait saat menyapa warga di agenda Bunga Desaku di Balai Desa Lampeji.









