Gus Fawait Kukuhkan Forum Ponpes dan Guru Ngaji, Targetkan Santri jadi PMI Profesional hingga Pengusaha UMKM

Create: Wed, 17/06/2026 - 20:52
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait alias Gus Fawait mengukuhkan dua wadah strategis keagamaan sekaligus di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (16/6/2026) malam. Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Forum Komunikasi Guru Ngaji se-Kabupaten Jember resmi dilantik untuk jadi mitra utama Pemkab menuju Jember Baru, Jember Maju.

Pengukuhan serentak sengaja dipilih Gus Fawait agar ritme gerak pesantren dan guru ngaji padu tanpa sekat birokrasi.

"Malam ini kami meresmikan dua forum sekaligus. Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Forum Komunikasi Guru Ngaji," ucap Gus Fawait usai pelantikan.

Gus Fawait meletakkan 3 misi besar untuk forum ini yaitu :

1. Mitra eksekutor visi daerah  

Pemkab ingin pesantren dan guru ngaji di pelosok desa jadi garda depan bersama-sama Membantu Jajaran Pemkap Jember mengarsiteki program daerah. 

"Saya mendambakan eksistensi ponpes beserta guru ngaji berdiri bersama kami, mengulurkan tangan mewujudkan Jember Baru," tegasnya.

2. Saluran komunikasi tanpa sekat 

Forum ini jadi jembatan dua arah antara Pemkab dengan masyarakat bawah. Tujuannya memotong sumbatan informasi yang selama ini menghambat ulama akses program dinas.

"Ke depan saya pastikan tidak boleh ada lagi tembok pembatas atau sekat formalitas," terangnya. 

3. Hak dan akses setara untuk santri

 Sebagai wujud konkret kesetaraan tersebut, Pemkab Jember telah menyiapkan cetak biru program yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pesantren. Program yang ditawarkan mencakup sektor pemberdayaan ekonomi hingga persiapan penyerapan tenaga kerja internasional.

Pemkab komitmen, santri dapat porsi program yang sama dengan non-santri. Fokusnya peningkatan SDM: pelatihan kerja hingga penyiapan santri jadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) profesional.

"Orientasi bukan semata bantuan operasional ponpes. Kita rancang pelatihan kerja, termasuk penyiapan PMI profesional seperti dipaparkan Wakil Menteri," jelas jelas mantan Legislator Gerindra 3 Periode di DPRD Provinsi Jatim Dapil Jember - Lumajang ini.

Gus Fawait menegaskan butuh forum ini sebagai instrumen validasi data lapangan. Lewat pengurus sampai tingkat desa, Pemkab bisa memetakan minat santri: mau jadi PMI legal, wirausaha UMKM, atau lainnya. Ekosistem pendukung sudah disiapkan.

Tak hanya berfokus pada sektor ekonomi dan ketenagakerjaan, Bupati Jember juga menaruh perhatian besar pada aspek kesehatan lingkungan di dalam ekosistem pesantren. Isu sanitasi dan jaminan kesehatan santri komunal akan turut diintervensi melalui koordinasi berkala di dalam forum ini.

Forum juga akan jadi meja kerja untuk isu sanitasi dan jaminan kesehatan komunal santri. 

"Formula penanganannya kita godok bersama lewat forum ini,” katanya.

Bupati yang dikenal dekat kalangan santri ini optimis forum jadi akselerator. Pembangunan Jember ke depan tidak bertumpu satu poros, tapi kolaborasi Pemkab, ponpes, dan guru ngaji.

“Wadah komunikasi ini jadi akselerator Jember holistik,” pungkasnya.

Pengukuhan ini menandai babak baru relasi Pemkab Jember dengan dunia pesantren. (Hafit)