Gus Fawait Hidupkan Tradisi Semaan Al-Qur'an dan Dzikrul Ghafilin untuk Perkuat Nilai Spiritual

Create: Sun, 24/05/2026 - 18:38
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Bupati Jember Muhammad Fawait, akrab disapa Gus Fawait, kembali menghidupkan tradisi keagamaan Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghafilin Moloekatan Gus Miek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.

Majelis tersebut digelar di Halaman Pemkab Jember pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tradisi yang diwariskan KH. Moch. Hamim Jazuli atau Gus Miek, berupa pembacaan Al-Qur’an 30 juz dan pengamalan wirid khusus sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Jember dan sekitarnya hadir dalam acara tersebut, untuk menyimak bacaan Al-Qur'an dari para Huffadz. Hadir pula para kiai, gus, tokoh agama, dan masyarakat umum yang mengikuti jalannya majelis sejak awal hingga selesai.

Pelaksanaan tahun ini menjadi kali kedua setelah sebelumnya digelar di lokasi yang sama pada 2025. Pemkab Jember kembali memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi keagamaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan majelis. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan kegiatan ini setiap tahun.

“Majelis dzikir dan sema’an Al-Qur’an penting untuk menjaga kecintaan kepada ulama dan para wali Allah, sekaligus memperkuat nilai spiritual masyarakat,” ujar Gus Fawait. “Saya hanya seorang santri yang tidak punya apa-apa kecuali rasa cinta kepada wali Allah, kepada Gus Miek dan dzurriyah beliau-beliau.”

Gus Fawait menambahkan, majelis semacam ini menjadi ruang kebersamaan masyarakat untuk memanjatkan doa bagi kebaikan daerah, bangsa, dan umat. Ia menyatakan Pemkab Jember siap mendukung kegiatan keagamaan yang memberi dampak positif.

“Untuk kegiatan yang berkaitan dengan majelis ini, Pemerintah Kabupaten Jember siap ikut serta membumikan majelis ini semampu kami sebagai kepala daerah. Kami berharap doa dari para kiai, para gus, dan seluruh jamaah untuk Kabupaten Jember,” katanya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, tradisi Moloekatan Gus Miek diharapkan terus hidup dan menjadi penguat identitas religius masyarakat Jember. (Hafit)