GMPK Sulut Desak Penambahan Alat Cuci Darah di RSUD Kotamobagu

 

KOTAMOBAGU, eWarta.co — Keterbatasan fasilitas layanan cuci darah (hemodialisa) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu mendapat sorotan dari Wakil Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Sulawesi Utara (GMPK Sulut).

Wakil Ketua GMPK Sulut,Resmol Maikel menyampaikan keprihatinannya atas keluhan sejumlah pasien di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang disebut mengalami kendala pelayanan akibat terbatasnya alat hemodialisa yang tersedia saat ini.

Advetorial

Menurutnya, dengan jumlah alat yang hanya empat unit, kebutuhan pasien gagal ginjal yang terus meningkat belum sepenuhnya dapat terlayani secara optimal.

“Ini menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani. Banyak pasien di BMR mengeluhkan keterbatasan alat cuci darah di RSUD Kotamobagu. Pemerintah daerah dan DPRD perlu memberi perhatian serius agar penambahan alat segera direalisasikan,” ungkap Wakil Ketua GMPK Sulut.

Ia menilai penambahan fasilitas hemodialisa merupakan kebutuhan mendesak, mengingat pelayanan tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan pasien yang membutuhkan terapi rutin.

Sebelumnya, Direktur RSUD Kotamobagu, Tanti Korompot, juga dikabarkan berharap adanya penambahan alat hemodialisa dan usulan tersebut telah diakomodir oleh pemerintah daerah, Sangat mengharapkan DPRD kota Kotamobagu bisa membantu support pengembangan HD (cuci darah) di RSUD kota Kotamobagu.

GMPK Sulut pun mendesak agar pembahasan penambahan fasilitas tersebut tidak berlarut-larut, sehingga pasien di Kotamobagu dan BMR bisa memperoleh pelayanan maksimal langsung di RSUD Kotamobagu.

Menurutnya, jika kebutuhan ini segera dipenuhi, maka kapasitas pelayanan rumah sakit akan meningkat dan keluhan pasien terkait antrean maupun keterbatasan penanganan dapat diminimalisir.(RDM)