BENGKULU, eWarta.co – Tradisi Syarafal Anam yang telah menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Bengkulu akan kembali dihadirkan melalui Festival Syarafal Anam 2026 yang akan diselenggarakan pada 28–29 Agustus 2026 di Taman Budaya Kota Bengkulu.
Festival ini diselenggarakan oleh Sanggar Seni dan Tradisi Singgaran Patih sebagai penerima Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkenalkan tradisi Syarafal Anam kepada masyarakat luas sebagai salah satu warisan budaya yang dimiliki Provinsi Bengkulu.
Ketua Sanggar Seni dan Tradisi Singaran Patih, Dr. Muhammad Nikman Naser, M.Pd, mengatakan bahwa Festival Syarafal Anam bukan hanya menjadi ajang pertunjukan seni tradisi, tetapi juga merupakan bentuk nyata komitmen dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
"Festival Syarafal Anam bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi merupakan ruang pelestarian budaya yang mengandung nilai religius, sejarah, dan kebersamaan. Kami berharap festival ini dapat menjadi media edukasi sekaligus apresiasi sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal, mencintai, dan ikut menjaga tradisi Syarafal Anam sebagai bagian dari identitas budaya Bengkulu," ujar Dr. Muhammad Nikman Naser.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan festival ini merupakan implementasi dari Program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan yang bertujuan mendorong komunitas budaya agar terus aktif melestarikan tradisi melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, Festival Syarafal Anam 2026 akan menghadirkan penampilan kelompok-kelompok Syarafal Anam dari Kota Bengkulu maupun berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu. Setiap kelompok akan menampilkan kekhasan syair, tabuhan rebana, serta tradisi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Islam Melayu di Bengkulu. Selain menjadi ajang apresiasi seni, festival ini juga menjadi ruang silaturahmi antar pelaku budaya, sarana regenerasi seniman tradisi, serta media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya takbenda.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Festival Syarafal Anam 2026. Menurutnya, kolaborasi antara komunitas budaya, pemerintah, dan berbagai pihak merupakan langkah penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya Kota Bengkulu.
"Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata mendukung penyelenggaraan Festival Syarafal Anam sebagai salah satu upaya pelestarian budaya daerah. Kami berharap festival ini dapat menjadi agenda budaya yang terus berkembang, mampu menarik minat masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Bengkulu kepada wisatawan dan generasi muda," ujar Nina.
Festival Syarafal Anam 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya Bengkulu sekaligus mendorong tumbuhnya rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya daerah. Melalui sinergi antara komunitas budaya, pemerintah, dan masyarakat, tradisi Syarafal Anam diharapkan terus lestari, berkembang, dan mampu menjadi salah satu daya tarik budaya yang membanggakan Kota Bengkulu.
Tentang Festival Syarafal Anam 2026
Festival Syarafal Anam 2026 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni dan Tradisi Singgaran Patih sebagai penerima Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, dalam rangka mendukung pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, dan promosi warisan budaya takbenda Bengkulu agar tetap lestari serta semakin dikenal oleh masyarakat luas.










