​Festival Egrang ke-XIV di Ledokombo, Menteri PPPA: Ini Upaya Ciptakan Ruang Aman Bagi Anak di Jember

Create: Sun, 09/08/2026 - 08:32
Author: Redaksi

 

JEMBER, ewarta.co – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, menilai gelaran Festival Egrang ke-XIV yang diselenggarakan oleh Komunitas Tanoker di Kecamatan Ledokombo merupakan wujud nyata dalam membangun ruang aman dan nyaman bagi anak di Kabupaten Jember.

​Acara yang berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) tersebut dirangkai dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen Ruang Bersama Indonesia (RBI) oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Ledokombo.

​Dalam sambutannya, Menteri Arifatul menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak bisa hanya mengandalkan regulasi tertulis.

​"Upaya menciptakan ruang aman bagi anak membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Hal ini harus dibangun melalui kolaborasi, sinergi, dan partisipasi bersama, mulai dari lingkungan keluarga hingga sosial," ujar Arifatul.

​Ia juga menyoroti tantangan pengasuhan di era digital. Menurutnya, meski teknologi dan media sosial membawa banyak manfaat, pemanfaatan gawai tanpa pendampingan ketat berpotensi memberi dampak negatif bagi anak. Oleh karena itu, keluarga dan lingkungan terdekat memegang peran sentral dalam menjaga tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan zaman.

​Gerakan nasional penciptaan ruang aman yang dicanangkan KemenPPPA meliputi penguatan di lingkungan keluarga, ruang publik, satuan pendidikan, hingga ruang digital. Komitmen di Ledokombo dianggap strategis karena langsung menyasar tingkat desa yang berinteraksi langsung dengan warga.

​Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait (Gus Fawait), menyambut positif agenda ini sebagai momentum untuk memperkuat harmonisasi program pemerintah pusat dan daerah.

​"Komitmen Kabupaten Jember selaras dengan arahan Presiden dan Ibu Menteri. Kami memastikan hak anak-anak hingga lansia terpenuhi, terutama layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan," tegas Gus Fawait.

​Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, penguatan ruang aman merupakan pilar utama pembangunan. Pelibatan kepala desa menjadi kunci agar kebijakan perlindungan anak tidak berhenti sebagai tatanan konsep di tingkat kabupaten, melainkan menjelma menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.

​Festival Egrang di Komunitas Tanoker sendiri telah lama dikenal sebagai wadah ekspresi dan ruang tumbuh kembang anak berbasis tradisi lokal. Dengan penandatanganan komitmen RBI oleh para kepala desa, Pemkab Jember optimistis gerakan perlindungan anak di wilayahnya makin solid dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial.

​Menutup arahannya, Menteri PPPA menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi yang telah terbangun di Jember.

​"Kekuatan ini perlu terus dipelihara dan dikembangkan agar menjadi gerakan masif dalam memperkuat perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak," pungkasnya. (Hafit)