Bengkulu – Di tengah kesibukan mengurus rumah tangga, menjaga stamina tubuh menjadi tantangan tersendiri bagi banyak ibu. Aktivitas yang nyaris tak pernah berhenti, mulai dari menyiapkan kebutuhan keluarga, mengurus pekerjaan domestik, hingga mengikuti kegiatan sosial di lingkungan sekitar, menuntut kondisi fisik yang prima setiap hari. Kesadaran inilah yang mendorong tren gaya hidup sehat dan penggunaan herbal semakin diminati masyarakat Indonesia.
Di Kota Bengkulu, Nia Rohmayanti (28), seorang ibu rumah tangga, menjadi salah satu yang merasakan langsung pentingnya menjaga kebugaran tubuh melalui pola hidup sehat berbasis bahan alami. Ia memilih mengonsumsi susu kambing Etawa sebagai bagian dari rutinitas harian untuk menunjang stamina dan menjaga kesehatan keluarganya.
“Sebagai ibu rumah tangga, aktivitas saya cukup padat. Kalau badan drop, semua ikut terganggu. Dari situ saya mulai mencari asupan alami yang aman dikonsumsi setiap hari,” ujar Nia, Rabu (21/1).
Menurut Nia, tren penggunaan herbal kini semakin diterima masyarakat karena dianggap lebih ramah bagi tubuh dan bisa dikonsumsi dalam jangka panjang. Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini membuat banyak keluarga mulai selektif dalam memilih asupan harian. Salah satu produk yang rutin ia konsumsi adalah Etawaku Platinum, susu kambing Etawa yang dinilainya praktis dan mudah disajikan.
Namun bagi Nia, manfaat herbal tidak akan maksimal tanpa aturan konsumsi yang tepat. Ia pun disiplin mengikuti anjuran minum agar tubuh benar-benar merasakan manfaatnya secara optimal.
Untuk suaminya, Etawaku Platinum dikonsumsi tiga kali sehari, masing-masing dua sendok makan, sementara untuk anak-anak cukup dua kali sehari dengan takaran yang sama. Konsumsi dilakukan secara rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat, bukan hanya diminum ketika tubuh terasa lelah atau kurang fit.
“Yang paling penting itu konsisten. Kalau diminum teratur, badan terasa lebih siap menjalani aktivitas sehari-hari,” tuturnya.
Dalam kesehariannya, Nia memilih pagi dan malam hari sebagai waktu terbaik mengonsumsi Etawaku Platinum bagi keluarganya. Pagi hari dimanfaatkan untuk membantu memulai aktivitas dengan tubuh yang lebih segar, sementara malam hari berfungsi membantu pemulihan setelah seharian beraktivitas.
Cara penyajiannya pun sederhana dan mudah diterapkan. Dua sendok makan Etawaku Platinum dilarutkan dalam sekitar 200 mililiter air hangat, kemudian diaduk hingga larut dan diminum selagi hangat. Menurutnya, penggunaan air hangat membantu menjaga kualitas nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Selain kemudahan penyajian, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan utama bagi Nia. Ia mengaku tetap berhati-hati ketika salah satu anggota keluarga harus mengonsumsi obat dari dokter. Etawaku Platinum tetap dikonsumsi, namun diberi jeda sekitar dua jam dari waktu minum obat.
“Jadi tidak bentrok. Kami tetap mengikuti anjuran dokter, herbal hanya sebagai pendukung,” jelasnya.
Sejumlah manfaat juga dirasakan Nia sejak rutin mengonsumsi susu kambing Etawa. Ia menyebut Etawaku Platinum membantu menjaga stamina tubuh tetap bugar, memperkuat tulang dan persendian, melancarkan pencernaan, serta cocok dikonsumsi oleh penderita asam lambung. Selain itu, ia juga merasakan manfaat dalam membantu menjaga kesehatan pernapasan.
Dengan rutinitas tersebut, Nia mengaku keluarganya jarang mengalami sakit meski memiliki aktivitas yang padat dan harus berhadapan dengan perubahan cuaca yang tidak menentu.
Bagi Nia, mengonsumsi herbal bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari upaya menjaga keseimbangan tubuh secara alami. Ia melihat semakin banyak masyarakat Bengkulu yang mulai sadar pentingnya pola hidup sehat dan kembali memanfaatkan produk berbahan dasar alami.
“Sekarang orang-orang sudah mulai peduli dengan apa yang dikonsumsi. Herbal itu bukan pengganti obat, tapi pendukung gaya hidup sehat,” pungkasnya.






