Mukomuko, eWarta.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia mulai menggulirkan Program Bioflok di Kabupaten Mukomuko. Hingga saat ini, sebanyak enam desa telah lolos verifikasi untuk menerima bantuan budidaya ikan berbasis bioflok.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Rahmat Hidayat, mengatakan program tersebut ditujukan bagi kelompok pembudidaya ikan dengan dukungan penuh dari KKP. Bantuan yang diberikan meliputi anggaran, sarana budidaya, hingga pendampingan teknis.
"Program bioflok ini merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Program ini menyasar kelompok pembudidaya ikan dengan dukungan penuh, mulai dari anggaran hingga pendampingan teknis," ujar Rahmat, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan sistem bioflok merupakan metode budidaya ikan yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah organik menjadi pakan bernutrisi. Metode ini dinilai lebih efisien karena mampu meningkatkan padat tebar ikan, menghemat lahan dan air, serta menekan biaya pakan.
Rahmat mengungkapkan terdapat perubahan pada teknis pelaksanaan program. Jika sebelumnya kolam direncanakan menggunakan terpal, kini KKP menetapkan penggunaan kolam beton agar lebih tahan lama.
"Informasi terbaru, kolam tidak lagi menggunakan terpal tetapi diubah menjadi kolam beton. Ini menjadi kabar baik karena kolam beton dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang," katanya.
Selain itu, pengelolaan program tidak dilakukan secara individu, melainkan menjadi tanggung jawab pemerintah desa tempat kolam bioflok dibangun. Skema tersebut diharapkan dapat menjamin keberlanjutan program dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Rahmat menyebut enam desa penerima program bioflok tersebar di tiga kecamatan. Rinciannya, empat desa berada di Kecamatan Ipuh, satu desa di Kecamatan Penarik, dan satu desa di Kecamatan Air Manjunto.
Ia berharap Program Bioflok KKP dapat berjalan sukses di Kabupaten Mukomuko. Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi perikanan budidaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.










