E-Warong Wajib Berikan Nota Belanja untuk Minimalisir Kecurangan

Create: Thu, 16/12/2021 - 11:46
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Penyaluran bantuan melalui sistem Elektronik Warung Gotong-Royong (E-Warong) senilai 200 ribu rupiah tidak sesuai dengan bahan pangan yang diterima oleh 17 ribu masyarakat Kabupaten Seluma. 

Masalah ini dikeluhkan oleh masyarakat Pasar Tais salah satu penerima BPNT yang tidak ingin disebutkan namanya, dia menuturkan pihak E-Warong tidak memberikan rincian belanja atau nota belanja, tetapi langsung menerima barang berupa bahan pangan. 

"Kami tidak diberikan sama sekali nota belanja, tapi langsung dikasih barang dengan slip pembayaran bank, jumlahnya pun tidak sesuai," ungkap warga Pasar Tais kepada awak media ini pada Kamis (16/12/2021). 

Selain itu, koordinator Bantuan Sosial Pangan (BSP) Kemensos wilayah Seluma Anton membenarkan bilamana pihak E-Warong tidak memberikan nota belanja, tapi langsung memberikan barang berupa bahan pangan. 

"Kalau dari laporan di lapangan itu memeng benar, ini bisa menjadi perhatian kita sama-sama untuk diperbaiki, saya minta ke depannya pihak E-Warong harus memberikan nota rincian belanja supaya jelas dan sesuai dengan dana yang disalurkan sebesar 200 ribu," jelas Anton saat dikonfirmasi. 

Ia menambahkan, pihak dari BSP Kemensos wilayah Seluma akan segera melakukan pemantauan terhadap penyaluran BPNT ini kepada penerima, agar sesuai dan benar. 

"Saya harapkan kepada pendamping bansos harus benar-benar mengawasi proses penyaluran di lapangan agar hal ini bisa kita atasi, memastikan penyaluran dari pihak E-Warong kepada penerima BPNT benar dan tepat sesuai dengan anggaran yang disiapkan," sambungnya. 

Pihak bank BRI selaku mitra kepercayaan Kemensos RI dalam menyalurkan bantuan ini seharusnya berperan penting pada pengawasan penyaluran, tidak boleh lepas tangan begitu saja. Sukses atau tidaknya penyaluran bantuan ini sepenuhnya tanggung jawab dari bank BRI selaku mitra. 

"Memang agak susah mas berkoordinasi dengan pihak bank BRI ini, E-Warong inikan langsung MOU dengan Kemensos RI, jadi bank BRI harus juga melakukan pengawasan maupun sosialisasi, bukan hanya dari pihak BSP, dan Dinsos," lanjut Anton. 

Sementara itu, kepala dinas sosial Kabupaten Seluma Elian Suandi menyampaikan pihaknya juga akan melakukan pengawasan  terhadap proses  penyaluran BPNT, apabila ada kejanggalan pada proses itu jangan takut untuk melapor.

"Bila ada kejanggalan pada penyaluran BPNT ini, jangan takut untuk melaporkan ke dinas sosial agar kami bisa menindaklanjutinya, dan saya pastikan merekomendasikan mengganti pihak E-Warong jika ketahuan bermain pada penyaluran ini," tutup Elian Suandi. (Nandar)