BOLTIM, eWarta.co — Aktivitas pengolahan material emas menggunakan mesin tromol di Desa Modayag, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), berujung duka. Seorang penambang muda berinisial JM alias Jul M (20), warga Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi kesakitan di lokasi kerja, Rabu (7/10/2026) malam.
Peristiwa ini menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai kondisi korban sebelum ditemukan, penyebab keadaan darurat yang dialaminya, hingga faktor yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Modayag, Aiptu Khristian L. Melale, S.IP., membenarkan kejadian itu. Ia menyebut korban diduga mengalami kecelakaan saat bekerja. Namun, penyebab pasti meninggalnya korban belum dijelaskan secara terperinci berdasarkan informasi awal yang diperoleh.
Korban Sempat Sendirian Mengawasi Mesin
Berdasarkan keterangan saksi Muh. Ali Takarangkiang (54), aktivitas pengolahan material emas di lokasi tromol milik seorang perempuan berinisial FM telah berlangsung sejak siang hari.
Sekitar pukul 14.00 WITA, saksi bersama korban melakukan pengisian material emas atau rep ke dalam mesin tromol. Satu jam kemudian, mesin mulai dioperasikan dengan waktu putaran yang direncanakan selama sembilan jam. Sebanyak 18 unit mesin tromol dilaporkan beroperasi saat itu.
Sekitar pukul 16.30 WITA, saksi, korban, dan penjaga tromol sempat beristirahat untuk makan dan minum kopi di sekitar lokasi.
Pada pukul 17.30 WITA, korban bersama istri saksi berpamitan untuk mandi di rumah saksi yang berada di Desa Modayag III. Korban kemudian kembali ke lokasi sekitar pukul 19.30 WITA, bertepatan dengan waktu saksi hendak pulang untuk mandi.
Saksi meninggalkan lokasi, sementara korban tetap berada di tempat kerja untuk mengawasi mesin-mesin tromol yang masih beroperasi.
Sekitar pukul 21.25 WITA, setelah kembali ke lokasi, saksi mendapati korban sedang duduk di samping tong penampungan air dalam kondisi kesakitan. Saksi kemudian membawa korban ke Puskesmas Modayag untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban tiba di puskesmas sekitar pukul 21.35 WITA. Meski telah mendapatkan penanganan petugas kesehatan, nyawa korban tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.51 WITA.
Polisi Datangi Lokasi, Penyebab Kematian Belum Terungkap
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel piket Polsek Modayag yang dipimpin KSPK Aiptu Suhardi Nurhamidin bersama Kanit Reskrim Aiptu Khristian L. Melale mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan.
Kedatangan polisi menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti peristiwa yang merenggut nyawa pekerja berusia 20 tahun tersebut.
Meski kronologi awal telah diperoleh dari keterangan saksi, penyebab pasti kondisi darurat yang dialami korban hingga meninggal dunia masih membutuhkan penjelasan berdasarkan pemeriksaan resmi. Belum ada keterangan terperinci mengenai faktor medis, kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas kerja, maupun ada atau tidaknya unsur kelalaian.
Karena itu, dugaan kecelakaan kerja belum dapat dijadikan kesimpulan akhir sebelum didukung hasil pemeriksaan yang berwenang.
Peristiwa ini sekaligus menyoroti pentingnya keselamatan pekerja di lokasi pengolahan material emas, terlebih ketika sejumlah mesin beroperasi dalam waktu berjam-jam. Pengawasan, kondisi peralatan, serta prosedur keselamatan menjadi aspek yang patut diperhatikan dalam aktivitas berisiko seperti ini.
Publik kini membutuhkan kejelasan mengenai penyebab meninggalnya korban dan kondisi di lokasi saat kejadian berlangsung. Namun, setiap dugaan harus tetap diuji berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan, bukan sekadar asumsi dari kronologi awal.
Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan awal saksi dan Kanit Reskrim Polsek Modayag. Penyebab pasti kematian serta perkembangan penanganan peristiwa masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.***
(Rm).










