DPRD Kota Bengkulu Dorong Anggaran Mitigasi Bencana 2027 Diperkuat

Create: Tue, 15/09/2026 - 07:58
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co – DPRD Kota Bengkulu mendorong penguatan anggaran mitigasi bencana pada tahun 2027 menyusul masih tingginya potensi bencana di wilayah Kota Bengkulu. Dorongan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Bengkulu Herimanto dalam Forum Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Grage Hotel Bengkulu, Senin (14/9/2026).

FGD mengangkat tema “Sinergi Lintas Sektor dalam Upaya Penguatan Mitigasi Risiko Dampak Bencana di Wilayah Kota Bengkulu”. Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi pemerintah daerah, DPRD, TNI-Polri, Basarnas dan unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana.

Herimanto menegaskan kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Menurutnya, seluruh unsur pemerintah dan lembaga terkait harus menyiapkan langkah antisipasi serta fasilitas pendukung agar keselamatan masyarakat dapat lebih terjamin.

“Bencana itu tidak pernah dapat kita tebak kapan datangnya. Inilah kehadiran kita, kita membahas ini untuk masyarakat Kota Bengkulu,” ujar Herimanto.

Ia memastikan DPRD Kota Bengkulu siap bersinergi dengan Pemkot dan Forkopimda dalam memperkuat program mitigasi bencana. DPRD juga meminta BPBD dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mulai menyusun kebutuhan program yang dapat dimasukkan dalam penganggaran 2027.

“Kami dari DPRD Kota Bengkulu siap menganggarkan apa-apa yang dibutuhkan masyarakat Kota Bengkulu. Tolong kawan-kawan BPBD dan OPD terkait, ini coba dipikirkan untuk anggaran tahun 2027,” katanya.

Selain anggaran, Herimanto menilai kesiapan fasilitas tanggap darurat di kantor pemerintahan dan fasilitas publik juga perlu diperhatikan. Ia mencontohkan penyediaan APAR, senter atau penerangan darurat, serta perlengkapan lain yang dapat digunakan ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

“Mari kita siapkan diri. Salah satunya dengan menyediakan ‘kotak-kotak bencana’ di setiap kantor. Kalau terjadi bencana kebakaran atau mati lampu saat malam hari, apakah ada APAR atau senter besar?” ujarnya.

Herimanto berharap hasil FGD tidak berhenti pada koordinasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Ia juga mengapresiasi sinergi Forkopimda, TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keselamatan warga Kota Bengkulu.