Bengkulu, eWarta.co -- Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Drs. H. Sumardi, MM, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk mengakomodir usulan Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu dalam rangka optimalisasi kelestarian dan perkembangan adat dan budaya masyarakat Bengkulu.
"Kami di DPRD Provinsi melihat ini sebagai langkah yang sangat positif. Pelestarian adat dan budaya adalah hal penting, dan sinergi antara Pemprov dengan BMA dapat menjadi contoh baik dalam upaya pelestarian budaya lokal," kata Sumardi.
Sumardi menjelaskan bahwa usulan BMA yang diterima Pemprov Bengkulu mencakup beberapa hal penting, seperti:
- Laporan hasil Musyawarah Daerah Kebudayaan Badan Musyawarah Adat (Musda KBMA) dengan kepengurusan baru dan keterlibatan semua etnis.
- Penguatan lokal wisdom yang akan disinergikan dengan KUHP yang bersifat lokal.
- Optimalisasi kantor BMA dan pembaharuan Rumah Adat Bengkulu.
- Integrasi lokal wisdom ke dalam kurikulum sekolah dari tingkat dasar hingga menengah.
Menurut Sumardi, pendidikan tentang kebudayaan lokal sejak dini sangatlah penting untuk memastikan generasi muda memahami dan menghargai warisan budaya mereka. Ia pun mendukung penuh usulan BMA agar lokal wisdom diintegrasikan dalam kurikulum sekolah.
Sumardi meyakini langkah ini akan memperkuat identitas budaya Bengkulu dan meningkatkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap warisan lokal di kalangan generasi muda.
"Kami di DPRD akan terus memantau dan mendukung implementasi dari usulan ini. Kami percaya bahwa dengan upaya bersama, kita dapat memastikan bahwa budaya Bengkulu akan terus hidup dan berkembang," tutup Sumardi.
Atas hal itu, Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu masa bhakti 2024 - 2029 resmi dikukuhkan. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Gubernur Rohidin Mersyah di Balai Raya Semarak, 06/06/2024.
Gubernur Rohidin meminta agar BMA provinsi mampu menjadi rumah bagi seluruh BMA kabupaten/kota. Sebagai unit fungsional, lanjut Rohidin, BMA provinsi harus sering turun ke kabupaten/kota untuk mengawal adat-adat Bengkulu. (Adv)









