Bengkulu, eWarta.co -- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu Meri Sasdi terus mendorong masyarakat di daerah untuk gemar membaca.Sebab, terbentuknya masyarakat yang sejahtera berawal dari budaya membaca dan generasi yang memiliki minat baca tinggi.
Upaya-upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kegemaran dan minat baca tersebut seperti mengelola rekaman gagasan pemikiran, pengalaman dan pengetahuan umat manusia yang berbentuk dokumen karya cetak dan karya rekam yang dapat dipergunakan oleh generasi-generasi berikutnya.
"Untuk membangun dan meningkatkan kegemaran atau minat baca kita terus mendorong keberadaan perpustakaan. Apalagi saat nanti perpustakaan daerah Provinsi Bengkulu sudah terakreditasi A, maka komitmen pelayanan akan terus ditingkatkan," kata Meri Sasdi, Rabu (7/9/2022).
Meri mengatakan memaksimalkan keberadaan perpustakaan ini juga tidak lepas dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan program satu desa/kelurahan memiliki satu perpustakaan. Terlebih program ini regulasinya sudah jelas dengan adanya peraturan gubernur (Pergub) yang mengatur.
"Membangun integrasi terus kita lakukan. Beberapa tahun yang lalu literasi kita berada di urutan bawah, berkat kerjasama semuanya, hasilnya Bengkulu mendapat urutan kedelapan secara nasional pembangunan literasi," ungkap Meri Sasdi.
Lebih lanjut, dirinya meminta bupati/walikota juga menetapkan regulasi di kabupaten/kota melaui peraturan bupati/walikota yang mengatur terkait keberadaan perpustakaan.
"Saat ini baru tiga kabupaten/kota yang menyelesaikan regulasi. Harapan kita wilayah lainnya dapat diselesaikan dan nantinya di desa/kelurahan juga ada peraturan desa yang mengamanatkan 5 persen dana desa itu bisa dipakai untuk pembangunan berkebutuhan perpustakaan atau literasi desa dapat dijalankan dengan baik," tutur Meri Sasdi.
Sementara itu, melanjutkan program perpustakaan berbasis inklusi sosial, Meri mengungkap tujuannya mendukung pemerintah daerah untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Apalagi program yang ada menjadikan perpustakaan di desa dan kelurahan di Indonesia menjadi pusat dari berbagai kegiatan yang ada di desa.
"Potensi di desa itu seperti pertanian, perdagangan dan perikanan. Dengan literasi yang ada di perpustakaan dengan SDM yang ada di masyarakat serta didukung oleh dana desa insya allah akan terwujud desa yang sejahtera dengan makmur yang menjadi potret Indonesia nantinya," jelas Meri Sasdi.
Meri berharap kedepan program, kebijakan, atau upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kegemaran dan minat baca masyarakat di Bengkulu dapat terlaksana dengan baik. Sehingga dapat tercapai kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan visi misi Bengkulu maju, hebat dan sejahtera.
"DPK Provinsi Bengkulu terus mendorong tugas dan fungsinya dapat berjalan dengan baik dalam mewujudkan visi misi pemerintah," tukasnya. (Adv)









