JAKARTA, ewarta.co — Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A & B Jakarta International Convention Center (JICC). Mengusung semangat dari Aceh, “Beudaya Meusare-Sare” (Berdaya, Bersama-Sama), gelaran ke-11 ini berfokus mendorong kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di wilayah pascabencana seperti Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Acara ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming, serta dihadiri jajaran menteri dan pimpinan lembaga strategis nasional.
Secara keseluruhan, KKI 2026 melibatkan lebih dari 550 UMKM secara luring dan 1.300 UMKM secara daring melalui portal karyakreatifindonesia.co.id. Angka ini meningkat dibanding KKI 2025.
Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menegaskan tiga kata kunci pengembangan UMKM ke depan: Bangkit (pemulihan dari tantangan dan bencana), Tangguh (penguatan struktur usaha dan pembiayaan), serta Berdaya Saing (inovasi dan perluasan pasar).
"UMKM adalah pilar ekonomi bangsa dengan jumlah mencapai 64 juta unit, menyerap 97% tenaga kerja, dan menyumbang lebih dari 60% PDB nasional," ungkap Destry.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI, Thomas A.M. Djiwandono, menggaungkan Gerakan Korporasi Gandeng UMKM untuk menghubungkan usaha menengah menuju skala korporasi. Dalam ajang ini, BI menargetkan:
* Fasilitasi Business Matching Omzet & Ekspor: Rp446,9 miliar
* Fasilitasi Business Matching Pembiayaan (termasuk Pembiayaan Hijau): Rp212,8 miliar
KKI 2026 juga memperkenalkan lima aspek kebaruan, seperti program Cangkir Barista dan Citra Nusa, perluasan ekosistem rantai nilai, inovasi produk anak muda, serta penerapan prinsip ramah lingkungan melalui KKI Bijak (zero emission dan zero waste to landfill).
Kantor Perwakilan BI (KPw BI) Provinsi Bengkulu turut mengukir capaian positif dengan memboyong 32 UMKM binaan unggulan secara daring dan 6 UMKM secara luring di JICC. Selama pameran, UMKM Bengkulu mencatatkan total transaksi sebesar Rp955.491.033.
Produk yang diboyong meliputi kategori wastra (Batik Kagano dan Swarnabumei) serta kuliner/kopi (CV Jaya Rasa Bengkulu, Giwigewi, Kerupuk Keite, dan Sari Aren).
Di sektor Business Matching Ekspor, Kopi Bukit Barisan sukses menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Indonesia Specialty Coffee untuk pengiriman awal 500 kg Kopi Robusta Bengkulu senilai Rp35.500.000. Pelaku usaha kopi lain seperti Pak Sahid Coffee dan Lestari Coffee juga berpartisipasi dalam agenda matching bisnis tersebut.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyatakan bahwa capaian transaksi dan kesepakatan kemitraan sejak hari pertama membuktikan kualitas UMKM daerah siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
"Ini adalah manifestasi pembinaan yang konsisten. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa produk kopi dan UMKM Bengkulu siap merespons Gerakan Korporasi Gandeng UMKM untuk naik kelas," ujar Wahyu.
Melalui sinergi antara korporasi, perbankan, dan pemerintah daerah, BI Bengkulu terus berkomitmen memperluas akses pasar dan pembiayaan agar UMKM daerah dapat menjadi pilar ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (**)










