BENGKULU,eWARTA.co -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu masih butuh tambahan porsenel untuk bisa mengcover seluruh titik rawan macet di Kota Bengkulu.
Kepala Dishub Kota Bengkulu Hendri Kurniawan melalui Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas, Hidayat mengungkap kekurangan jumlah personel bisa terlihat saat momen jam padat tepatnya pukul 07.00-08.00 WIB dan 16.00-17.00 WIB.
"Di mana pada jam padat ini masih banyak titik di pusat kota yang tidak ter-back up oleh personil sehingga sering terjadi kemacetan," kata Hidayat, Sabtu (12/2/22).
Hidayat mengatakan jumlah personel yang turun di lapangan untuk mengatur arus lalu lintas masih sangat minim. Hanya kurang lebih 12 orang anggota pengendalian operasional/personel untuk mengatur tujuh persimpangan di Kota Bengkulu.
Adapun ke 12 personil tersebut mengatur Tujuh simpang yakni Simpang Sungai Hitam, Simpang Bandaraya, Simpang Korpri, Simpang Semarang, Simpang Nakau, Simpang Tugu Hiu, dan depan Kantor Walikota.
Meski begitu, lanjut Hidayat, tugas tersebut dibantu oleh pihak Kepolisian Lalu Lintas Polres Bengkulu sehingga upaya mengatur dan menertibkan kendaraan di Kota Bengkulu tetap berjalan.
Kebutuhan personel, kata dia, sebenarnya sudah diusulkan sejak lama. Hanya saja, lantaran keterbatasan anggaran usulan itu tidak pernah terealisasi.
"Tahun ini kembali kami usulkan ke Kementerian. Semoga terealisasi. Namun kami tetap memaksimalkan personel yang ada saat ini," katanya.
Selain butuh petugas rekayasa lalu lintas, Dishub juga mengusulkan adanya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang berasal dari PNS untuk melakukan penyidikan tindak pidana tertentu khususnya mengendalikan pelanggar lalu lintas di Kota Bengkulu. (Bisri)









