Bengkulu — Maraknya penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan remaja Kota Bengkulu menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu. Plt Kepala Dinas Kesehatan, Nelly Hartati, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak kesehatan dari penggunaan vape, terutama di kalangan generasi muda.
Menurut Nelly, remaja saat ini menjadi sasaran utama promosi berbagai produk rokok, baik konvensional maupun elektronik. Ia menekankan pentingnya kesadaran generasi muda untuk bersikap bijak dalam menghadapi pengaruh tersebut agar terhindar dari kecanduan dan gangguan kesehatan.
“Dari sisi medis, penggunaan vape tetap berisiko bagi kesehatan tubuh. Uap yang dihasilkan mengandung zat kimia yang dapat memengaruhi sistem pernapasan dan organ tubuh lainnya,” jelas Nelly, Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan, meskipun penelitian tentang dampak spesifik vape masih berlangsung, uap yang dihirup pengguna tetap berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Karena itu, Dinkes Kota Bengkulu berkomitmen meningkatkan sosialisasi bahaya vape melalui program promosi kesehatan dan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular.
Meningkatnya penggunaan vape di kalangan remaja menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang risiko kesehatannya. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat untuk memperkuat edukasi serta pengawasan, agar generasi muda Bengkulu terhindar dari bahaya jangka panjang akibat penggunaan rokok elektronik.





