Dialog Insan Cita, Sekda: Wujud dari Pemerintahan yang Baik

Sekda Hamka Sabri
Create: Wed, 10/02/2021 - 08:11
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri menyebut dialog merupakan salah satu cara untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Ini disampaikan Hamka saat mewakili Gubernur Bengkulu membuka dialog Insan Cita HMI di Balai Raya Semarak, Selasa malam (9/2/2021).

''Dialog ini mari kita junjung tinggi bersama, tatkala ada persoalan di daerah kita dialog bersama, duduk satu meja kita dialog kita pecahkan bersama pemerintah akan melaksanakan itu, namun dengan segala keterbatasan, sangat perlu masukan dari seluruh organisasi,'' kata Hamka.

Sekda mengatakan, filosofi ilmu pemerintahan didasari oleh tiga pilar yang harus berjalan selaras. Ketiganya menjadi penyanggah agar cita-cita pemerintahan yang baik dapat terwujud.

''Yang pertama adanya pemerintah, yang kedua masyarakat kemudian yang ketiga swasta termasuk organisasi kemasyarakatan. Ketiga pilar besar ini tatkala tidak bisa selaras, tidak bisa berdialog maka negara tidak akan terwujudkan yang namanya pemerintahan yang baik,'' sebut Hamka.

Ia berharap, dialog insan cita dengan tema ''Pancasila dan Manusia Indonesia; Refleksi untuk Indonesia Berkemajuan'' dapat menjadi wadah sinergitas masyarakat untuk mengkaji dan membangun provinsi Bengkulu. Ia juga menyampaikan terimakasih atas peran HMI menjadi penyeimbang pemerintah dalam memberikan kritik dan pengawasan.

Sementara itu, perwakilan presidium KAHMI wilayah Bengkulu, Zacky Antoni menyampaikan, banyak persoalan yang dapat diselesaikan dengan berdialog. Ia menganalogikan dialog seperti nutrisi bagi tubuh.

''Karena melalui dialog ruang komunikasi itu bisa terbuka lebar, sekat-sekat bisa terurai,'' kata Zacky.

Zacky mencontohkan perdamaian atas konflik di Aceh dan Ambon bisa diwujudkan dengan dialog. Ia berharap, dialog mampu menjadi senjata dalam mengatasi setiap persoalan baik skala besar maupun kecil.

''Aceh itu ternyata hanya bisa diselesaikan dengan dialog, bukan dengan operasi militer. Ambon konflik hanya bisa selesai dengan dialog, bukan dengan pendekatan kekuasaan. Saya pikir kalau konflik besar saja bisa selesai dengan dialog, apalagi persoalan dengan skala lebih kecil,'' sampai Zacky. (red)