JEMBER, ewarta.co – Kemeriahan Gerak Jalan Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 yang diikuti 25.613 peserta masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Selain adu ketahanan fisik, ajang olahraga tahunan ini diwarnai pesan moral yang kuat tentang pentingnya menjaga ibadah di tengah kesibukan.
Sikap ini ditunjukkan langsung oleh Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait (Gus Fawait). Di tengah riuhnya gelaran Tajemtra, foto Gus Fawait yang menyempatkan diri menunaikan sholat Maghrib beredar luas dan mendapat apresiasi warga. Menggunakan kaos jersey khas acara, ia nampak memimpin sholat berjamaah bersama warga dan peserta.
Usai membuka acara dan berjalan bersama ribuan warga, Gus Fawait tiba di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari tepat saat azan Maghrib berkumandang. Tanpa ragu, ia langsung singgah ke masjid di tepi Jalan Nasional untuk beribadah.
"Itu sholat Maghrib di pinggir Jalan Nasional Desa Petung, Bangsalsari," konfirmasi Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Jember, Regar Jeane Dealen Nangka.
Setelah beribadah, Gus Fawait melanjutkan perjalanan hingga menyentuh garis finish di Alun-Alun Nusantara Jember pada malam harinya. Sebelumnya, ia juga telah menginstruksikan panitia di sepanjang jalur untuk menyiagakan fasilitas tempat sholat dan wudhu bagi para peserta.
Semangat religius ini juga tercermin dari aksi peserta perorangan, dr. Agus Yudho Santoso. Dokter dari RSD Balung ini menempuh rute 30 KM dari Tanggul menuju Jember sambil membawa tulisan mencolok di tas ranselnya: "SESIBUK APAPUN SHOLAT HARUS ON TIME".
Mengenakan kaos merah dan membawa bendera Merah Putih, dr. Agus memulai perjalanan sejak Sabtu (5/9/2026) pagi hingga tiba di garis finish pada Minggu dini hari. Pesan sederhana yang dibawanya menjadi pengingat bagi warga dan peserta lainnya di sepanjang rute.
Tajemtra 2026 sendiri mencatatkan rekor peserta terbanyak dalam kurun 10 tahun terakhir, di mana ragam aksi unik peserta turut menyemarakkan ajang bersejarah ini.










