BENGKULU, eWARTA.co - Pengumuman hasil tes wawancara Panitia Pemungutan Suara (PPS) oleh KPU Seluma, menuai protes beberapa peserta.
Pasalnya, muncul adanya dugaan penumpang gelap yang lolos pada tes wawancara tersebut.
Hal ini setelah salah satu warga desa Simpur Ijang Kecamatan Ulu Talo, Ali Martono mendatangi kantor KPU Seluma untuk mempertanyakan terkait istrinya, Solimah yang tidak lolos pada tes wawancara. Serta adanya tiga peserta tambahan yang tidak mengikuti seleksi administrasi saat tes tertulis, namun langsung mengikuti tes wawancara.
"Saya mau minta kejelasan sama KPU Seluma, terkait adanya tiga nama baru yang muncul saat tes wawancara. Sehingga istri saya yang dua kali ikut seleksi malah tidak lolos. Sedangkan yang hanya ikut tes wawancara saja lolos,"tegas Ali Martono kepada wartawan, Rabu (18/03/20).
Disampaikannya, pada seleksi administrasi, hanya ada tiga nama yakni, Solimah, Patmawati dan Bobi Hardianto.
Namun saat tes wawancara itu ada tiga nama lagi yang muncul yakni, Risti Apriani, Robet Pranata, Mediansah.
"Masa tidak mengikuti tes tertulis sebelumnya ini tiba-tiba muncul tiga orang lagi saat wawancara, percuma saja kami ikut dua kali seleksi kok ini muncul lagi orang dan langsung ikut test wawancara, bahkan yang ini bisa lulus,"ujar Ardianto.
Menyikapi hal tersebut, Ketua KPU Seluma Sarjan Efendi mengatakan, berdasarkan surat keputusan KPU RI nomor 66 tahun 2020, menjelaskan apabila peserta pendaftar tidak memenuhi dua kali pps yang dibutuhkan maka KPU Kabupaten/kota memutuskan berkerjasama perguruan tinggi lembaga pendidikan atau lembaga profesi (PGRI), untuk meminta dua kali jumlah kekurangan pps.
"Kita contohkan saja, jika pendaftar pps hanya ada 3 orang, maka dengan itu kita minta lembaga profesi, kita menggunakan PGRI, untuk menambah 3 lagi peserta PPS. Mereka bertiga tersebut hanya mengikuti tes wawancara,"ujar sarjan.
Disampaikannya, terkait peserta tambahan yang lulus dan masuk 3 besar PPS tersebut, dirinya mengatakan bahwa tes wawancara memang benar-benar dinilai dengan serius. Serta dirinya melihat kepatuhan dan kelayakan peserta pps tersebut.
"Pada tes wawancara, dari berbagai sisi kita lihat cakap atau tidak seseorang ini melaksanakan tugas nanti, dan juga punya intregritas atau tidak, kesanggupan dalam menyelesaikan suatu tahapan dan itu sudah kita bahas dalam pleno," tutup Sarjan. (YI)









