SELUMA, eWarta.co -- Semenjak kontrak tidak diperpanjang, saat ini ratusan tenaga honorer yang sebelumnya mengabdi dilingkungan pemerintah Daerah Kabupaten Seluma tidak lagi terlihat, lantas kemanaka mereka mengantungkan hidup mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Anggota DPRD Kabupaten Seluma Zetman dari fraksi Gerindra mengatakan, pertanyaan hal tersebut saat ini terus terngiang-ngiang di pikirannya. Saat ini tenaga honorer yang sudah bekerja lama bahkan belasan tahun tidak kembali mengabdi untuk kabupaten Seluma.
"Tenaga honorer yang tidak diperpanjang kontrak itu ratusan orang, kalaupun pemerintah daerah itu benar-benar tidak bisa memperpanjang masa kontrak setidaknya pemerintah daerah carikan mereka pekerjaan baru, " Sampainya, Rabu (18/2/2026).
Zetman menilai, dengan masa kontrak tidak lagi diperpanjang hal ini menambah angka pengangguran di kabupaten Seluma, kemudian hal ini juga dapat menambah angka kemiskinan di kabupaten Seluma.
"Angka pengangguran, kemiskinan juga dapat terjadi karena mereka tidak lagi bekerja, saya berharap pemerintah daerah juga pikiran hal ini, pikirkan honorer yang saat ini sedang menganggur, " Sambungnya.
Ditambahkan, Pemerintah daerah Kabupaten Seluma juga harus bertanggungjawab atas pembatalan tes pegawai pemerintah Desa dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap 2 yang sebelumnya sudah memasuki tahapan seleksi administrasi.
Keputusan Bupati Seluma melakuakan pembatalan seleksi dengan alasan minimnya anggaran hal tersebut dirasakurangla tepat kalau pemerintah daerah mengangakat tenaga honorer yang telah mengikuti seleksi PPPK tahap 2 menjadi PPPK paruh waktu.
"Hal ini terjdi karena Bupati Tedi Rahman tidak melaksanakan PPPK tahap 2 yang mengakibat pengguran di seluma meningkat drastis, " Tegasnya. (Rns)









