Bengkulu, eWarta.co -- Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi gula sesuai dengan anjuran Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu. Ia menekankan pentingnya kesadaran membaca label informasi nilai gizi pada makanan olahan sebagai upaya untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Edwar Samsi menyoroti pentingnya mengetahui batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang dianjurkan. Menurut BPOM, batas maksimal konsumsi gula adalah 50 gram atau setara dengan 3-4 sendok teh (sdt) per hari, garam sebanyak 5 gram (1 sdt) per hari, dan lemak 67 gram (5 sdt) per hari.
"Masyarakat harus lebih cermat dalam membaca label informasi nilai gizi pada setiap produk makanan olahan. Ini penting untuk mengetahui kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk tersebut," ujar Edwar Samsi.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi berlebihan gula, garam, dan lemak dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Oleh karena itu, pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya batasan konsumsi ketiga zat tersebut sangat diperlukan.
Pemerintah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membaca label informasi nilai gizi sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan. Edwar Samsi berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan hal ini, angka penderita penyakit kronis akibat pola makan yang tidak sehat dapat diminimalisir.
"Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kesehatan. Dengan lebih bijak dalam mengonsumsi gula, garam, dan lemak, kita bisa mencegah berbagai penyakit kronis dan hidup lebih sehat," tambahnya.
Imbauan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk lebih perhatian terhadap apa yang dikonsumsi sehari-hari. Dengan langkah sederhana seperti membaca label informasi nilai gizi, masyarakat bisa membuat pilihan yang lebih sehat dan bijak dalam pola makan sehari-hari. (Adv)









