Dempo Xler: Bangun Komunikasi dan Ciptakan Pemuda Berkualitas untuk Bengkulu

 

Bengkulu, eWarta.co -- Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, S.IP, M.AP, menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan masyarakat dan menciptakan pemuda berkualitas untuk kemajuan Bengkulu.

Dempo meyakini bahwa pembangunan Bengkulu tidak dapat dilakukan sendiri atau oleh sekelompok orang. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan masyarakat adalah kunci utama.

"Bila ingin pembangunan berhasil, maka harus libatkan masyarakat," kata Dempo.

Sebagai wakil rakyat, Dempo senantiasa aktif berdialog dengan masyarakat untuk menjemput aspirasi mereka.

"Salah satu tugas wakil rakyat diantaranya menjemput aspirasi semua elemen masyarakat. Bukan segelintir kelompok, golongan ataupun kepentingan. Lalu menyuarakan dan memperjuangkannya," tegas Dempo.

Di sisi lain, Dempo memiliki visi untuk menciptakan pemuda berkualitas dan visioner pada tahun 2024.

Ia telah menginisiasi program latihan seribu entrepreneur pemuda selama tahun 2023 untuk membekali mereka dengan kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi pengusaha yang sukses.

"Jumlah pemuda mendominasi dari total penduduk Indonesia sehingga kuantitas menjadi bekal untuk berperan sebagai ujung tombak kemajuan sebuah bangsa," jelas Dempo.

Dempo mendorong Pemerintah Provinsi untuk memasukkan program-program yang berfokus pada pengembangan pemuda dalam kerangka kerja mereka.

Dempo menekankan peran krusial pemuda dalam pembangunan bangsa dan daerah.

"Saat ini peran pemuda sangat krusial dikarenakan sekarang ini jumlah pemuda sudah mendominasi baik skala nasional maupun regional," ungkap Dempo.

Ia meyakini bahwa pemuda perlu dipersiapkan sejak dini dengan membekali mereka dengan kapasitas diri, jaringan, dan pemahaman ideologi kebangsaan.

Dprd

Tujuan utama Dempo adalah untuk menciptakan pemuda yang mandiri secara ekonomi.

"Pemuda harus bisa mandiri dalam ekonominya karena itulah mereka ini mesti dipersiapkan, secara kualitas mutu diri, networking atau jaringan mereka serta pemahaman ideologi kebangsaan," terang Dempo.

Ia ingin mengubah pola pikir pemuda yang hanya bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Sarjana setiap tahunnya meningkat jumlah lapangan pekerjaan masih belum cukup menampung sedangkan stigma yang ada pada mahasiswa saat ini tamat dulu baru kerja," kata Dempo.

Dempo mendorong pemuda untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan baru dan tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal.

Dempo yakin bahwa pemuda dapat mencapai semua cita-cita mereka tanpa terhalang modal.

Ia menekankan pentingnya integritas, kejujuran, dan tekad yang kuat dalam meraih kesuksesan.

"Modal bukan halangan, yang terpenting adalah memiliki integritas, kejujuran dan tekad yang kuat," pesan Dempo. (Adv)