Dedy Wahyudi: Kota Tangguh Harus Dibangun Lewat Kolaborasi, Bukan Hanya Infrastruktur

Create: Thu, 02/07/2026 - 07:46
Author: Admin 3

 

MEDAN, eWarta.co – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menilai kolaborasi menjadi faktor utama dalam membangun kota yang tangguh di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, tekanan ekonomi, hingga meningkatnya kebutuhan pelayanan publik.

Hal itu disampaikannya saat mengikuti Dialog Kota Tangguh dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Rabu (1/7/2026).

Menurut Dedy, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat harus dilibatkan agar setiap program pembangunan berjalan efektif dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi daerah.

"Kuncinya kolaborasi agar kota tangguh bisa terwujud. Kita, Pemerintah Kota Bengkulu, juga terus berkontribusi mewujudkan kota yang tangguh dan bangsa yang berdaulat," katanya.

Ia menjelaskan, ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau infrastruktur. Yang lebih penting adalah kemampuan pemerintah menjaga pelayanan publik tetap berjalan, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta membangun tata kelola pemerintahan yang responsif.

"Ketangguhan kota harus dibangun secara menyeluruh. Infrastruktur memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesiapan masyarakat, tata kelola pemerintahan yang baik, serta kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk beradaptasi terhadap perubahan," ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq juga mengingatkan pemerintah daerah agar mulai memperkuat ketahanan kota menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, hingga ketidakpastian ekonomi.

Menurut Hanif, pemerintah kota memiliki peran strategis karena menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan kota harus diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana, serta tata kelola pemerintahan yang efektif.

"Kota yang tangguh bukan hanya mampu menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga mampu terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Dialog Kota Tangguh menjadi salah satu agenda strategis dalam Rakernas XVIII APEKSI yang diikuti para wali kota dari seluruh Indonesia. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah saling bertukar pengalaman dan strategi dalam membangun kota yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.