Dedeng Mopangga dan Filosofi Sukses Besar dalam Usaha, Dekat dengan Masyarakat

Tags

 

KOTAMOBAGU, eWarta.co — Ada pengusaha yang mengukur keberhasilan dari seberapa besar bisnis yang berhasil dibangun. Ada pula yang melihat kesuksesan dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.

Dedeng Mopangga memilih keduanya.

Di tengah kesibukannya membangun usaha, ia tetap menjaga satu hal yang sejak lama menjadi bagian dari perjalanannya: berbagi dan hadir di tengah masyarakat.

Nama Dedeng Mopangga dikenal melalui Qrani WO Kotamobagu, usaha di bidang wedding organizer dan dekorasi. Ia juga mengembangkan RayonCH Konveksi, yang bergerak dalam distribusi pakaian berbahan rayon.

Namun, jika hanya melihat Dedeng dari sisi bisnis, cerita tentang dirinya belum sepenuhnya selesai.

Sejak 2018, Dedeng aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial dan amal. Salah satunya melalui sedekah Jumat yang terus dilakukan hingga saat ini.

Bukan hanya berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, Dedeng juga disebut ikut mengambil bagian dalam pembangunan sejumlah pondok pesantren.

Di titik inilah perjalanan seorang pengusaha menjadi lebih dari sekadar soal omzet dan pencapaian.

KETIKA SUKSES TIDAK MEMBUAT JARAK

Bagi sebagian masyarakat, Dedeng Mopangga dikenal bukan karena statusnya sebagai pengusaha, melainkan karena sikapnya ketika berhadapan dengan masyarakat biasa.

Ia dikenal mudah bergaul, ramah dan tidak menjaga jarak.

Bagi masyarakat kecil, perhatian seperti itu memiliki nilai tersendiri. Sebab, tidak semua orang yang telah mencapai keberhasilan dalam dunia usaha masih mau turun langsung, berbicara dengan masyarakat dan menyisihkan sebagian yang dimiliki untuk kepentingan sosial.

“Beliau orangnya mudah bergaul. Ketemu masyarakat kecil tetap ramah dan mau berbicara. Tidak melihat orang dari statusnya,” ungkap salah seorang warga yang mengenal aktivitas sosial Dedeng.

Konsistensi menjadi kata penting dalam perjalanan tersebut.

Sebab membantu sekali atau dua kali mungkin mudah dilakukan. Tetapi mempertahankan kepedulian selama bertahun-tahun membutuhkan komitmen.

Sedekah Jumat yang dijalankan sejak 2018 menjadi salah satu aktivitas yang melekat dengan perjalanan sosial Dedeng.

TAK HANYA MEMBERI, TAPI IKUT MEMBANGUN

Kepedulian Dedeng juga disebut menyentuh sektor pendidikan dan keagamaan.

Keterlibatannya dalam pembangunan sejumlah pondok pesantren menjadi bagian lain dari kontribusi sosial yang dilakukannya.

Pondok pesantren bukan hanya tempat belajar agama. Di banyak daerah, pesantren juga menjadi ruang pendidikan, pembinaan generasi muda dan tempat masyarakat membangun kehidupan sosial.

Karena itu, dukungan terhadap pembangunan pesantren memiliki dimensi yang lebih panjang: bukan hanya membantu sebuah bangunan berdiri, tetapi ikut menopang ruang pendidikan yang akan digunakan masyarakat.

BISNIS NAIK, KAKI TETAP DI TANAH

Perjalanan Dedeng Mopangga menunjukkan bahwa membangun bisnis dan membangun kepedulian bukan dua hal yang harus dipertentangkan.

Qrani WO berkembang. RayonCH Konveksi terus dijalankan. Namun di tengah perkembangan tersebut, aktivitas sosial tetap berjalan.

Bagi masyarakat yang mengenalnya, justru di situlah karakter Dedeng terlihat.

“Kalau sudah sukses tetapi masih mau melihat masyarakat kecil dan berbagi, itu yang kami hargai,” ujar salah seorang warga.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pengusaha mungkin berbeda-beda.

Ada yang menghitungnya dari aset, omzet dan besarnya usaha.

Namun ada pula ukuran yang tidak tercatat dalam laporan keuangan: berapa banyak orang yang pernah merasakan manfaat dari keberhasilan tersebut.

Dedeng Mopangga tampaknya sedang menempuh ukuran yang kedua.

Bisnis boleh membesar. Nama boleh semakin dikenal. Tetapi ketika keberhasilan tetap disertai kepedulian, kedekatan dengan masyarakat dan kontribusi untuk pembangunan pondok pesantren, maka kesuksesan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi.

Ia berubah menjadi sesuatu yang ikut dirasakan orang lain.

(Rm).