Oleh: Ikromatun Nafsiyah, Siti Lestari, dan Restu Mekar Muninggar, Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong
Curup, eWarta.co - Bagi pembudidaya ikan, panen raya bisa menjadi kabar baik sekaligus kabar buruk. Ikan melimpah, tetapi harga jual di pasar justru turun. Kondisi inilah yang kerap dirasakan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Air Putih Jaya di Kelurahan Air Putih Baru, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong.
Kelompok beranggotakan sekitar sebelas orang ini membudidayakan lele dan nila di lahan sekitar 1.820 meter persegi, dengan 2 kolam induk, 4 bak pendederan, dan 10 kolam pembesaran. Lele menjadi sumber pendapatan utama. Dalam satu siklus panen, satu kolam berukuran 4 × 2 meter bisa menghasilkan sekitar 150 kilogram lele. Namun, rata-rata 30 kilogram di antaranya tidak terjual optimal sebagai ikan segar. Bila harga anjlok, porsi itu bertambah.
Tim pengabdian dari Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong (AKREL) bersama kelompok memetakan tiga masalah utama. Pertama, biaya pakan. Seluruh budidaya masih bergantung pada pakan pabrikan yang harganya tinggi dan berubah-ubah. Kedua, mutu lele asap. Untuk mengurangi kerugian saat harga turun, kelompok sudah mengolah lele menjadi ikan asap. Pengasapannya masih tradisional, dengan membakar langsung tempurung atau serabut kelapa. Hasilnya, warna tidak seragam, aroma dan rasa tidak konsisten, dan daya simpan pendek. Pembakaran yang tidak sempurna juga bisa meninggalkan senyawa tar yang berisiko bagi kesehatan, belum lagi asap yang mencemari udara. Ketiga, manajemen dan pemasaran. Pencatatan biaya produksi dan keuntungan belum tertib. Pemasaran terbatas di lingkungan lokal dengan kemasan sederhana dan belum memanfaatkan media digital.
Solusi utamanya adalah asap cair. Bahan ini diperoleh dari kondensasi uap hasil pembakaran bahan berkarbon tinggi seperti tempurung kelapa. Asap cair mengandung senyawa fenol, karbonil, dan asam organik yang membentuk rasa, warna, dan aroma khas asap, sekaligus bersifat antimikroba. Bila memakai asap cair tingkat pangan (food grade), ikan tidak lagi dibakar langsung. Ikan cukup direndam dalam larutan asap cair, lalu dikeringkan dalam oven pengasap. Ibaratnya, kita mengambil "rasa asapnya" saja tanpa ikut menghirup asap dan tar-nya. Prosesnya lebih mudah dikontrol, rasanya lebih seragam, dan risiko senyawa berbahaya dari pembakaran langsung lebih rendah.
Kegiatan ini dirancang mengikuti alur usaha kelompok, dari hulu ke hilir, dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik langsung. Kegiatan ini berupa pelatihan mengenai:
-
Pakan mandiri. Anggota belajar prinsip dasar nutrisi ikan dan meramu pakan dari bahan lokal seperti bungkil inti sawit, tepung jagung, dedak, tepung indigofera, dan limbah ikan.
-
Pengolahan lele asap cair. Anggota mempraktikkan perendaman ikan dalam asap cair, pengeringan dengan oven berkapasitas 30 kilogram per siklus, hingga pengemasan sesuai ketentuan label pangan.
-
Manajemen dan pemasaran. Anggota dilatih mengisi buku kas sederhana, menghitung harga pokok produksi, menetapkan harga jual, memperbaiki kemasan, dan mengenal pemasaran lewat media sosial.
Setiap sesi didampingi mahasiswa yang menyiapkan modul, mengukur pemahaman peserta lewat pretest dan posttest, serta mendokumentasikan kegiatan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang belajar di luar kampus bagi mahasiswa.
Hasil sementara menunjukkan peningkatan pemahaman anggota yang cukup besar. Rata-rata skor pemahaman pada sembilan indikator di tiap pelatihan naik sebagai berikut:
-
Pakan mandiri dan budidaya: dari sekitar 35 persen menjadi sekitar 78 persen. Pemahaman tentang formulasi pakan naik dari 28 menjadi 78 persen.
-
Pengolahan lele asap cair: dari sekitar 34 persen menjadi sekitar 80 persen. Pemahaman tentang penggunaan asap cair naik dari 30 menjadi 78 persen.
-
Manajemen dan pemasaran: dari sekitar 31 persen menjadi sekitar 80 persen. Pemahaman tentang harga pokok produksi naik dari 25 menjadi 79 persen.
Angka-angka ini mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta, belum pendapatan.
Hasil pelatihan kini tampak nyata pada produk kelompok. Lele asap yang dihasilkan memiliki warna lebih seragam, aroma dan rasa yang lebih diterima peserta, serta kemasan yang rapi dan layak jual. Produk itu diberi merek Lele Asap Pak Win, dengan kemasan 100 dan 250 gram. Sebagian anggota juga mulai mencatat transaksi harian secara rutin.
Tim pengabdian bersikap realistis. Penerapan pakan mandiri pada seluruh siklus budidaya masih perlu pendampingan agar mutu pakan tetap konsisten. Produksi rutin lele asap cair juga masih didampingi, dan pemasaran digital masih di tahap awal, terutama dalam mengelola media sosial. Dampak ekonomi sebenarnya, yang ditargetkan berupa kenaikan pendapatan sekitar 30 sampai 40 persen, baru bisa dipastikan setelah pendampingan berikutnya.
Meski begitu, langkah Pokdakan Air Putih Jaya memberi pelajaran penting. Ketika harga ikan segar jatuh, jawabannya tidak harus menunggu harga naik. Ikan bisa diolah menjadi produk bernilai tambah, dengan teknologi sederhana yang aman, ditopang pembukuan yang rapi dan kemasan yang menarik. Dukungan kelurahan dan penyuluh perikanan setempat diharapkan terus menjaga keberlanjutan usaha ini setelah program berakhir.
Kegiatan ini didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun 2026. Terima kasih disampaikan kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026, berdasarkan kontrak dengan Nomor: 085/C3/DT.05.00/PM/2026.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pokdakan Air Putih Jaya, Kelurahan Air Putih Baru, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, khususnya kepada Bapak Winarso selaku ketua kelompok beserta seluruh anggota, atas partisipasi, kerja sama, dan dukungannya sehingga kegiatan "Penerapan Teknologi Pengasapan Cair Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Kualitas Ikan Asap Pokdakan Air Putih Jaya Kabupaten Rejang Lebong" dapat terlaksana dengan baik.










