JEMBER, eWarta.co – Pemkab Jember tancap gas mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lewat instruksi Bupati, Pemda menggelar supervisi pemetaan potensi masalah ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG secara door-to-door di 31 kecamatan.
Total 209 titik dapur MBG disisir satu per satu. Langkah ini beda dari evaluasi biasa yang cuma pakai sampel. Tujuannya memastikan kualitas menu benar-benar sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN), bukan sekadar kejar kuantitas.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jember, Indra Tri Purnomo menegaskan, supervisi ini perintah langsung Bupati dan Sekda untuk memantau kinerja program di lapangan secara riil.
"Tujuannya memotret kondisi eksisting SPPG secara objektif. Kami ingin memastikan kualitasnya terjaga, sehingga bisa antisipasi potensi masalah seperti keracunan makanan atau kendala operasional lain," ujar Indra, dikutip ewarta.co, Jumat (29/5/2026).
Ia menekankan kunci sukses ada di kepala dapur dan ahli gizi yang direkrut BGN. Para kepala dapur diminta kerja profesional, patuh SOP ketat, dan tidak ikut kemauan mitra kerja kalau bertentangan dengan standar kesehatan.
Dengan supervisi menyeluruh ini, Pemkab Jember berharap program MBG berjalan aman, bergizi, dan bebas risiko, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan siswa dan penerima manfaat. (Hafit)









