Bupati Jember Jamin Tidak Ada Diskriminasi Layanan Pasien BPJS dan Umum Lewat UHC Prioritas

 

JEMBER, eWarta.co – Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait (Gus Fawait), menjamin tidak ada diskriminasi dalam pelayanan kesehatan gratis di tiga Rumah Sakit Daerah (RSD) dan 50 Puskesmas di Kabupaten Jember. Pasien BPJS Kesehatan maupun pasien umum akan mendapatkan perlakuan yang setara.

​Gus Fawait menegaskan bahwa seluruh tenaga medis di RSD dan Puskesmas harus bersikap profesional tanpa membeda-bedakan pasien. Penegasan tersebut disampaikan langsung saat dikonfirmasi kepada Direktur Utama RSD dr. Soebandi Jember, dr. Nyoman Semita.

​"Coba Dokter jelaskan, pelayanan untuk pasien gratis dan pasien umum apakah dibeda-bedakan dari segi layanan dan obatnya?" tanya Gus Fawait.

​"Izin menjawab Gus, tidak dibeda-bedakan," tegas dr. Nyoman.

​Gus Fawait meminta masyarakat yang hadir dalam acara Bunga Desaku di Kantor Kecamatan Mayang untuk mencatat pernyataan tegas tersebut. Ia mengingatkan agar tidak boleh ada celah diskriminasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

​"Jika masyarakat menemukan adanya perbedaan layanan, silakan laporkan melalui kanal aduan Wadul Gus'e," jelasnya.

​Laporan tersebut dapat mencakup keluhan terkait kecepatan pelayanan hingga ketersediaan obat. Namun, ia meluruskan bahwa kesetaraan layanan yang dimaksud sesuai dengan ketentuan kelas perawatan.

​"Maksudnya sama itu bukan berarti minta kamar VIP berbayar, melainkan pelayanan standar di kelas 3 yang diperuntukkan bagi program gratis," tambah Bupati.

​Selain itu, Gus Fawait mengingatkan peran strategis RSD dr. Soebandi sebagai rumah sakit rujukan utama di kawasan Jawa Timur bagian timur.

​"Sesuai Surat Keputusan Gubernur Jatim, RSD dr. Soebandi merupakan rumah sakit rujukan bagi 7 kabupaten/kota, mulai dari Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, hingga Kabupaten dan Kota Probolinggo," terangnya pada Kamis (23/7/2026).

​Namun, ia menyayangkan masih banyak pasien rujukan yang tidak langsung dibawa ke RSD dr. Soebandi. Kasus yang sering terjadi, pasien baru dikirim ke RSD dr. Soebandi saat kondisinya sudah kritis. (Hafit)