Bengkulu Tengah, eWarta.co – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi meningkat akibat fenomena El-Nino pada musim kemarau 2026. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., pada Apel Gelar Personel Tanggap Darurat Bencana Karhutla di Lapangan Mapolres Bengkulu Tengah, Jumat (31/7/2026).
Apel dipimpin Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo, S.I.K., dan dihadiri jajaran Kodim, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI-Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta berbagai instansi yang terlibat dalam penanggulangan bencana.
Dalam amanatnya, AKBP Totok Handoyo mengatakan apel kesiapsiagaan menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh personel, peralatan, dan sarana pendukung siap digunakan apabila terjadi Karhutla akibat cuaca ekstrem yang dipicu fenomena El-Nino. Menurutnya, wilayah Bengkulu Tengah yang didominasi kawasan hutan dan perkebunan memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga membutuhkan kewaspadaan seluruh pihak.
"Kami mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mari bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran yang dapat merusak ekosistem serta membahayakan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia mengingatkan agar kegiatan pembersihan lahan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku tanpa menggunakan metode pembakaran.
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan yang kering dan rawan terbakar.
"Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah telah menyiapkan personel beserta berbagai perlengkapan untuk menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem akibat El-Nino. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan lain yang dapat memicu kebakaran. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi masyarakat dan lingkungan," ujarnya.
Usai apel, Bupati Rachmat Riyanto bersama Kapolres Bengkulu Tengah dan jajaran meninjau langsung kesiapan personel, kendaraan operasional, serta perlengkapan penanggulangan Karhutla. Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan upaya pencegahan Karhutla di Kabupaten Bengkulu Tengah dapat berjalan optimal. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keselamatan masyarakat sekaligus melindungi kelestarian lingkungan selama musim kemarau 2026.










