JEMBER, eWarta.co – Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menegaskan bahwa pelayanan kesehatan dasar di wilayahnya harus terus ditingkatkan. Ia menyebut, akses berobat gratis tidak akan berarti banyak bagi masyarakat jika tidak diimbangi dengan kecepatan dan kenyamanan layanan.
Hal tersebut disampaikan Gus Fawait saat melakukan kunjungan kerja dalam rangkaian program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan) di Kecamatan Sumberjambe pada Senin (29/6/2026).
"Saya melihat perkembangan Puskesmas Sumberjambe saat ini sudah jauh lebih bagus dibanding sebelumnya. Namun, sesuatu yang sudah bagus ini harus terus kita tingkatkan lagi," ujar Gus Fawait.
Bupati menggarisbawahi bahwa kesehatan merupakan pilar pelayanan dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah untuk warga. Komitmen tersebut telah dibuktikan melalui kebijakan berobat gratis yang kini bisa diakses oleh seluruh masyarakat Jember, baik di tingkat puskesmas maupun RSUD.
"Harapan kami ke depan, bukan cuma gratis, tetapi kualitas, kecepatan, dan kenyamanan pelayanannya yang harus kita dongkrak," tegasnya.
Untuk penanganan kasus darurat, Gus Fawait menginstruksikan penguatan sistem rujukan terpadu. Ia meminta Puskesmas Sumberjambe membangun kolaborasi yang sistematis dengan RS Kalisat dan RSUD dr. Soebandi.
"Saya minta ada kolaborasi kuat agar pasien rujukan langsung dikawal, ditangani oleh dokter spesialis terbaik, dan didukung dengan fasilitas medis terbaik di Jember," tambah Fawait.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sumberjambe, Sukron Nanda Firmansyah, merespons positif arahan tersebut. Pihaknya kini telah meluncurkan inovasi berupa ruang tunggu representatif untuk pasien dan keluarga. Fasilitas baru ini disediakan guna mengurai penumpukan kunjungan yang sebelumnya kerap terjadi di koridor pelayanan.
"Inovasi ini lahir dari evaluasi kami. Jika pasien dan pendamping menumpuk di area koridor, tentu akan mengganggu ruang gerak perawat dalam melayani," terang Sukron.
Terkait situasi epidemiologi, Sukron menambahkan bahwa kondisi di wilayah Sumberjambe saat ini aman dan terkendali. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dilaporkan nihil, sementara tren kasus campak yang sempat muncul beberapa waktu lalu sudah berhasil ditangani tanpa ada temuan kasus baru.
Agenda "Bunga Desaku" di Kecamatan Sumberjambe kali ini terbilang padat. Kegiatan diawali dengan kunjungan ke rumah warga (home visit) untuk menyerahkan dokumen Adminduk dan bantuan sembako di Desa Cumedak.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan apel siswa, pertemuan bersama guru ngaji, peninjauan puskesmas, dialog dengan pelaku UMKM serta kelompok tani, hingga menyerap aspirasi tokoh masyarakat dan pemuda di Desa Rowosari, Pringgodani, dan Desa Jambearum.
Bupati Gus Fawait memanfaatkan momentum ini sebagai media silaturahmi, sosialisasi program pemerintah, sekaligus upaya pengendalian inflasi daerah melalui pembagian sembako. Selain itu, masukan langsung dari masyarakat desa ini juga akan dijadikan bahan pertimbangan untuk Perubahan APBD 2026.
Penulis: Hafit
Foto: Bupati Jember, Gus Fawait, usai bertemu dengan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Sumberjambe dalam rangkaian program Bunga Desaku.









