BUMDes Mitra Tampoan Tembus Empat Besar Sulut Jadi Penggerak Ekonomi Petani Desa

Tags

 

KOTAMOBAGU, eWarta.co — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Tampoan, Desa Tampoan, Kecamatan Kotamobagu Timur, terus menunjukkan kiprahnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Di bawah kepemimpinan Moh. Nasir Mokoagow, BUMDes Mitra Tampoan berhasil menorehkan prestasi dengan masuk dalam empat besar BUMDes terbaik di Sulawesi Utara (Sulut).

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan usaha desa yang dilakukan secara serius dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat mampu melahirkan prestasi sekaligus memberikan manfaat nyata.

Bagi masyarakat Tampoan, keberadaan BUMDes Mitra Tampoan tidak sekadar menjadi lembaga usaha milik desa. BUMDes mulai mengambil peran dalam menopang aktivitas ekonomi warga, khususnya masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.

Petani jagung, padi hingga komoditas pertanian lainnya menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang terus didorong melalui keberadaan BUMDes. Potensi pertanian desa diarahkan agar tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat, tetapi juga dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi bersama.

Ketua BUMDes Mitra Tampoan, Moh. Nasir Mokoagow, menegaskan bahwa keberadaan BUMDes harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, BUMDes tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga yang mengelola usaha desa. Lebih dari itu, BUMDes harus menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat dan membuka peluang bagi warga untuk meningkatkan kesejahteraan.

“BUMDes harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami ingin potensi yang ada di desa bisa dikelola untuk kepentingan masyarakat, terutama para petani yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi desa,” ujarnya.

Dari Tampoan untuk Desa Lain

Prestasi yang diraih BUMDes Mitra Tampoan juga menjadi gambaran bahwa desa memiliki kemampuan untuk membangun kekuatan ekonominya sendiri dengan memanfaatkan potensi lokal.

Predikat empat besar BUMDes terbaik di Sulut menjadi capaian penting sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain bahwa BUMDes dapat berkembang apabila dikelola secara profesional, transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sejumlah warga pun mengapresiasi keberadaan BUMDes Mitra Tampoan yang dinilai mulai memberikan dampak positif, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.

“Kami sebagai masyarakat sangat terbantu. BUMDes ini bukan hanya nama atau lembaga desa, tetapi sudah mulai dirasakan manfaatnya. Petani juga punya tempat untuk mendapat dukungan dalam menjalankan usaha pertanian,” ungkap seorang warga.

Harapan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka berharap BUMDes Mitra Tampoan terus berkembang dan mampu memperluas manfaatnya kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berharap BUMDes terus berkembang. Kalau dikelola dengan baik, potensi desa sangat besar dan masyarakat bisa semakin mandiri secara ekonomi,” katanya.

Jangan Berhenti di Empat Besar

Masuk dalam empat besar BUMDes terbaik di Sulut bukanlah garis akhir. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi tantangan bagi pengurus untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.

BUMDes Mitra Tampoan kini memiliki sejumlah modal penting, mulai dari kepercayaan masyarakat, potensi pertanian hingga rekam jejak prestasi.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat terus dikembangkan menjadi usaha desa yang produktif, transparan dan mampu memberikan dampak ekonomi yang semakin besar.

Bagi Desa Tampoan, BUMDes Mitra Tampoan bukan sekadar badan usaha. Ia menjadi bagian dari harapan agar potensi desa dapat dikelola dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Dari Tampoan, sebuah pesan ekonomi desa mulai terlihat: ketika potensi lokal dikelola dengan serius dan berpihak kepada masyarakat, desa pun mampu membangun kekuatan ekonominya sendiri.

(Rendy)