KOTAMOBAGU, eWarta.co — Agustia Mamonto, warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, menjadi korban tembakan di bagian dada saat terjebak bentrokan antara kelompok warga Desa Ibolian dan Desa Tonom di wilayah Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Berdasarkan informasi awal dari pihak keluarga, Agustia terkena tembakan ketika hendak pulang dari tempatnya bekerja. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor dengan berboncengan dan melintasi lokasi bentrokan yang kembali pecah antara kedua kelompok warga tersebut.
Keterangan awal keluarga menyebutkan, Agustia tidak terlibat langsung dalam pertikaian. Ia diduga menjadi korban saat melintas di tengah situasi konflik yang membahayakan keselamatan warga.
Agustia diketahui bekerja di wilayah Dumoga dan tinggal bersama ibunya di Desa Ibolian. Insiden tersebut menambah keprihatinan terhadap warga yang terpaksa beraktivitas di sekitar wilayah konflik, terutama mereka yang harus melintasi jalur tersebut untuk bekerja maupun pulang ke rumah.
Sebelumnya, Agustia dikabarkan akan dirujuk ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, hingga berita ini disusun, perkembangan terbaru kondisi korban dan kepastian pelaksanaan rujukan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak keluarga maupun rumah sakit.
Peristiwa yang menimpa Agustia juga menambah daftar korban dalam bentrokan antara warga Desa Ibolian dan Desa Tonom. Sebelumnya, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat konflik tersebut.
Situasi ini menjadi perhatian serius karena dampak bentrokan tidak hanya mengancam mereka yang terlibat dalam pertikaian, tetapi juga masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Aparat keamanan diharapkan dapat meningkatkan pengamanan di wilayah rawan bentrokan, mengantisipasi terjadinya aksi susulan, serta memastikan warga sipil tidak kembali menjadi korban.
Sementara itu, perkembangan kondisi Agustia, kronologi lengkap insiden penembakan, serta pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut masih memerlukan pendalaman dan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.***
(Rm)










