Bukan Hanya Guru, Ratusan Siswa SMPN 5 Seluma Juga Tuntut Kepsek Dipindah

Create: Mon, 13/07/2026 - 12:50
Author: Redaksi

 

SELUMA, eWarta.co – Hari pertama masuk sekolah pasca-libur semester di SMP Negeri 5 Seluma diwarnai aksi unjuk rasa oleh ratusan siswa. Aksi demonstrasi ini digelar tepat setelah upacara bendera selesai dilaksanakan.

​Ratusan siswa tampak membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan agar Kepala SMPN 5 Seluma, Fetry Harneli, segera dipindahtugaskan dari jabatannya.

​Selain membentangkan spanduk, para siswa secara bergantian meneriakkan aspirasi mereka di hadapan guru dan warga sekolah. Mereka mendesak Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma untuk segera mengambil tindakan tegas atas polemik yang terjadi di sekolah tersebut. Para siswa mengaku aksi ini murni didasari atas keresahan yang mereka rasakan selama kepemimpinan kepala sekolah yang bersangkutan.

​Beruntung, aksi penyampaian aspirasi ini berlangsung tertib tanpa ada tindakan anarkis. Sejumlah guru terlihat berjaga dan mengawasi jalannya aksi demi memastikan situasi tetap kondusif, sembari mengimbau siswa untuk menjaga ketertiban.

​Setelah bertahan sekitar satu setengah jam di bawah terik matahari, para siswa akhirnya membubarkan diri. Mereka memilih berteduh di teras kelas dan di bawah pepohonan lingkungan sekolah sebelum akhirnya kembali ke ruang kelas masing-masing.

​Aksi ini langsung menjadi sorotan publik lantaran terjadi pada hari pertama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Peristiwa ini pun menambah panjang polemik internal yang sebelumnya sudah bergejolak di SMPN 5 Seluma.

​Baca Juga: Sebelumnya, puluhan guru SMPN 5 Seluma juga telah menyatakan penolakan serupa terhadap sang kepala sekolah. Masalah tersebut bahkan sempat bergulir hingga ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kabupaten Seluma. Kendati demikian, hingga saat ini kepala sekolah bersangkutan masih aktif menjalankan tugasnya.

​Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui pasti siapa yang menginisiasi aksi unjuk rasa siswa tersebut. Alasan spesifik di balik demonstrasi mendadak di hari pertama sekolah ini juga belum dibeberkan secara resmi.

​Pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma pun belum memberikan keterangan resmi. Jurnalis ewarta.co masih terus berupaya menghubungi kepala sekolah serta dinas terkait untuk mendapatkan konfirmasi dan tanggapan atas tuntutan para siswa.

​Masyarakat berharap konflik internal di SMPN 5 Seluma ini dapat segera diselesaikan melalui dialog yang bijaksana. Hal ini dinilai penting agar proses belajar mengajar tidak terganggu, serta kenyamanan dan hak pendidikan para siswa tetap menjadi prioritas utama. (Rns)