Bogor, eWarta.co – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu turut serta dalam Rapat Koordinasi BRMP Nasional yang digelar di Auditorium Sadikin, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan mempercepat penerapan teknologi pertanian modern serta mendorong hilirisasi untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Rakor diikuti oleh seluruh satuan kerja (satker) BRMP dari berbagai daerah. Acara dibuka dengan sambutan Sekretaris Badan yang menyampaikan perkembangan terkini pembentukan beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru, di antaranya Balai Penerapan Kaltara, Balai Penerapan Papua Selatan, Loka Papua Pegunungan, Loka Papua Tengah, dan Loka Papua Barat Daya. Selain itu, unit seperti Loka Aneka Umbi, Ruminansia Kecil, dan Ruminansia Besar juga tengah dalam proses peningkatan status menjadi balai.
Dalam rapat tersebut, ditargetkan realisasi anggaran BRMP tahun 2025 mencapai 98,12%. Kepala Badan meminta seluruh kepala satker untuk terus melakukan percepatan dan evaluasi anggaran secara rutin setiap minggu.
Memasuki tahun 2026, BRMP akan memperoleh tambahan anggaran yang difokuskan pada program perbenihan, kegiatan perekayasa, pendampingan teknis, serta penguatan belanja modal.
Kepala BRMP Bengkulu menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada lembaganya. Ia menegaskan bahwa transformasi BRMP menjadikan tugas dan fungsi semakin luas serta strategis.
“Dengan transformasi menuju BRMP, tugas dan fungsi kita semakin luas dan strategis,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian RI melalui Kepala Badan BRMP memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja seluruh jajaran BRMP di Indonesia. Dalam rapat pimpinan sebelumnya, Menteri menegaskan bahwa BRMP adalah lembaga yang “dipikirkan, dikerjakan, dan diselesaikan.” Ungkapan tersebut menjadi penegasan atas komitmen BRMP dalam melaksanakan setiap tugas secara tuntas dan bertanggung jawab.





