KOTAMOBAGU, eWarta.co – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kotamobagu terus memperluas ekosistem transaksi digital dengan menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Kali ini, BRI Kotamobagu menggelar akuisisi massal Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kawasan Lapangan Kotamobagu, Rabu (4/11/2026). Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu pusat kuliner, perdagangan UMKM, sekaligus tempat berkumpulnya masyarakat.
Puluhan pedagang kaki lima, mulai dari penjual makanan, minuman hingga penyedia jasa hiburan anak, menjadi sasaran program tersebut.
Tim BRI Kotamobagu turun langsung memberikan edukasi dan sosialisasi penggunaan QRIS, sekaligus membantu pemasangan stiker QRIS BRI di lapak para pedagang.
Melalui fasilitas ini, pedagang cukup menyediakan kode QRIS statis. Sementara pembeli dapat melakukan pembayaran dengan memindai kode tersebut menggunakan aplikasi perbankan digital, termasuk BRImo.
Penerapan transaksi non-tunai ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi konsumen sekaligus membantu pedagang mengelola transaksi usaha secara lebih praktis dan tertata.
Selain mempermudah pembayaran, transaksi melalui QRIS juga tercatat secara otomatis dalam mutasi rekening sehingga memudahkan pelaku UMKM memantau pemasukan dan menyusun pembukuan usaha.
Pemimpin Cabang BRI Kotamobagu, Cepi Epianto, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi BRI dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, dengan menyentuh langsung pelaku ekonomi kecil.
Menurutnya, digitalisasi transaksi tidak boleh hanya dinikmati pusat perbelanjaan, restoran, maupun kafe besar. Pedagang kecil yang menjadi bagian penting dari perputaran ekonomi masyarakat juga harus mendapatkan akses yang sama.
“Kami tidak hanya akuisisi QRIS di mal atau kafe besar. Justru di Lapangan Kotamobagu ini jantungnya ekonomi rakyat. Ada penjual gorengan, bakso tusuk, es teler, mainan anak, semua harus melek digital,” ujar Cepi.
Ia berharap program tersebut membawa manfaat nyata, baik bagi pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan Lapangan Kotamobagu.
BRI juga ingin mendorong para pedagang agar semakin terbiasa memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usaha, sementara masyarakat dapat menikmati kemudahan bertransaksi tanpa harus selalu membawa uang tunai.
“Harapan kami sederhana, tapi dampaknya besar. Pertama, pedagang di Lapangan Kotamobagu naik kelas, tidak gaptek, usahanya tercatat digital. Kedua, warga Kotamobagu yang nongkrong di lapangan bisa jajan tanpa bawa uang tunai, cukup pakai BRImo. Ketiga, ini adalah cara kami mendukung program Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Kotamobagu untuk mewujudkan Kotamobagu sebagai Smart City dengan transaksi non-tunai,” jelasnya.
Cepi menambahkan, BRI Kotamobagu akan melanjutkan monitoring dan pendampingan kepada para pedagang. Edukasi juga akan diperluas melalui pengenalan layanan BRImo dan AgenBRILink guna memperkuat pemanfaatan layanan keuangan digital.
Bahkan, BRI menargetkan kawasan Lapangan Kotamobagu dapat menjadi proyek percontohan atau pilot project Lapangan Digital pertama di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).
“Kami targetkan Lapangan Kota Kotamobagu menjadi pilot project Lapangan Digital pertama di BMR. Semua transaksi pakai QRIS BRI. Pedagang untung, pembeli mudah, ekonomi Kotamobagu makin modern,” tambahnya.
Melalui program tersebut, BRI Cabang Kotamobagu optimistis perluasan penggunaan QRIS dapat memperkuat inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendorong pertumbuhan UMKM di Kota Kotamobagu.**
(Rendy)










