BENGKULU, eWarta.co -- Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Bengkulu menggelar pemeriksaan terhadap penjualan takjil yang diperjualbelikan selama Ramadan 1444 Hijriah.
Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan terhadap para pelaku UMKM di dua pasar takjil di Kota Bengkulu yakni Kelurahan Surabaya dan Kelurahan Pagar Dewa, Senin (17/4/23).
Pemeriksaan dilakukan Ketua Tim 1 Substansi Informasi dan Komunikasi Yunika Sari bersama tim terhadap 53 sampel makanan dan minuman yang dijual.
Hasilnya, sampel makanan dan minuman yang dijual memenuhi sarat atau negatif, dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti, rhodamin B, metanil yellow, formalin dan boraks.
"Sampel yang kami periksa ada 53, dan semuanya tidak bereaksi terhadap bahan kimia tambahan. Jadi aman untuk dikonsumsi masyarakat," kata Yunika.
Sementara itu, Kepala BPOM Bengkulu, Yogi Abaso Mataram menambahkan upaya intensifikasi pengawasan pangan selama Bulan Ramadhan, memastikan takjil aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Pemeriksaan dilakukan di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu dengan pusat sasaran pasar takjil yang dijual di pinggir jalan dan memiliki warna cerah meriah yang jadi incaran pembeli.
Yogi menyebutkan sebanyak 823 sampel yang diperiksa, tidak satupun mengandung bahan kimia berbahaya sehingga masyarakat tak perlu khawatir mengonsumsinya.
"Pemeriksaan kami lakukan terhadap takjil yang memang dicurigai mengandung bahan berbahaya, namun setelah dilakukan pemeriksaan, Alhamdulillah semuanya aman," kata dia.
Pada pemeriksaan akhir, BPOM turut melibatkan Adik-adik Pramuka untuk ikut menyampling, menguji, dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya makanan higienis.
Yogi berharap Pramuka dapat turut serta berkontribusi nyata mencerdaskan masyarakat. Selain itu, calon anggota SAKA POM yang telah dilatih diharapkan memiliki sikap yang baik, memiliki cara berpikir yang berdaya guna dan dapat berkontribusi dalam mencegah pelanggaran di bidang obat dan makanan.
"Nanti BPOM Bengkulu akan turut membentuk satuan karya atau SAKA POM. Rekan-rekan Pramuka yang kami libatkan saat ini akan memiliki kemampuan dalam memilih makanan dan minuman yang aman, serta menjadi perpanjangan tangan BPOM Bengkulu untuk mengedukasi masyarakat luas," demikian Yogi.









