BPOM-Pemkot Bengkulu Ingatkan Warga Tak Sembarangan Konsumsi Antibiotik

Create: Wed, 12/08/2026 - 21:32
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co — Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan obat, khususnya antibiotik, tanpa resep dan anjuran tenaga kesehatan.

Pesan tersebut disampaikan Dedy saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Generasi Sehat dan Cerdas, Bijak Gunakan Antimikroba, Bersama Cegah Penyalahgunaan Obat” di Aula Gedung Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu bersama Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu. Hadir Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu yang diwakili Wadir I Septitanti, Kepala BPOM Bengkulu Kodon Tarigan, perwakilan BNN Provinsi Bengkulu, serta Sekretaris Dinas Kominfo Kota Bengkulu Afri Chandriyani.

Dedy mengatakan penggunaan obat secara tepat membutuhkan sinergi pemerintah, institusi pendidikan, lembaga terkait dan masyarakat. Edukasi dinilai penting untuk mencegah kebiasaan menggunakan obat tanpa memahami aturan dan dosisnya.

“Jangan pernah menggunakan obat tanpa resep dokter,” tegas Dedy.

Ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang langsung membeli antibiotik seperti amoksisilin dan penisilin ketika mengalami keluhan kesehatan ringan, seperti demam atau batuk, tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Menurut Dedy, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan masalah kesehatan dan meningkatkan risiko resistensi antimikroba. Karena itu, pemahaman mengenai penggunaan obat secara bijak perlu diperkuat melalui edukasi yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

“Edukasi itu menjadi penting agar masyarakat tidak latah mengenai obat yang tidak sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Dedy juga mendorong sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk melibatkan influencer, media, lingkungan pendidikan hingga perangkat pemerintahan di tingkat kelurahan dan kecamatan.

“Kita juga akan melibatkan RT, kemudian lurah, camat, agar kita juga menyampaikan sosialisasi seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Wadir I Poltekkes Kemenkes Bengkulu Septitanti, S.Kep., Ners., M.Pd., mengatakan edukasi penggunaan obat secara bijak perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada generasi muda.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami penggunaan obat secara tepat agar dapat menerapkan pengetahuan tersebut sekaligus membantu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.

“Alangkah baiknya kita semua bijak menggunakan obat. Kegiatan ini merupakan program rutin agar pelayanan dan pengobatan dapat terlaksana dengan baik, serta mahasiswa dapat menambah wawasan dan pengalaman yang baik pula,” ujar Septitanti.

Seminar tersebut menjadi bagian dari kolaborasi BPOM Bengkulu, Poltekkes Kemenkes Bengkulu dan Pemkot Bengkulu untuk memperkuat literasi kesehatan masyarakat. Edukasi difokuskan pada penggunaan antimikroba secara bijak dan pencegahan penyalahgunaan obat.