BPOM di Bengkulu Perluas Titik Dropbox ABSO di Kota Bengkulu

Create: Thu, 08/10/2026 - 11:10
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co – Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bengkulu terus memperkuat pelaksanaan Gerakan Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar (ABSO) melalui penempatan dropbox obat pada sejumlah sarana pelayanan kefarmasian dan fasilitas kesehatan di Kota Bengkulu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat agar obat yang sudah tidak digunakan, rusak, maupun kedaluwarsa tidak dibuang sembarangan bersama sampah rumah tangga. Pengelolaan obat yang tidak tepat berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan, penyalahgunaan obat, maupun pencemaran lingkungan.

Pada tahun 2025, BPOM di Bengkulu telah menempatkan dropbox ABSO di Apotek Saraan, Apotek Yenni, Puskesmas Betungan, dan Puskesmas Telaga Dewa. Selanjutnya pada tahun 2026, cakupan kegiatan diperluas melalui penempatan dropbox di Apotek Paten, Apotek Kimia Farma, Klinik Mutiara Agma, Apotek Vera, dan Apotek Mila.

Penyerahan dropbox kepada sarana mitra dilakukan oleh Ketua Tim Pemeriksaan BPOM di Bengkulu, Mukhlisah, S.Si., Apt., bersama Yunika Sary, S.Farm., M.Si., Apt. Dalam kegiatan tersebut, pihak sarana juga diberikan pemahaman mengenai peran apotek dan sarana pelayanan kefarmasian sebagai mitra dalam mendukung pengumpulan obat sisa, rusak, dan kedaluwarsa dari masyarakat.

Dengan penambahan titik pada tahun 2026, hingga saat ini terdapat sembilan sarana di Kota Bengkulu yang menjadi titik penempatan dropbox ABSO. Keberadaan titik-titik tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat untuk menyerahkan obat yang sudah tidak digunakan melalui sarana yang telah bekerja sama dengan BPOM di Bengkulu.

Apabila terdapat masyarakat yang menyerahkan obat sisa, rusak, dan/atau kedaluwarsa melalui dropbox yang tersedia, pihak sarana mitra dapat menghubungi BPOM di Bengkulu untuk berkoordinasi terkait pengumpulan dan tindak lanjut pengelolaan obat tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

Melalui kolaborasi dengan apotek dan fasilitas kesehatan, BPOM di Bengkulu juga terus mendorong konsep “Apotek dan sarana pelayanan kefarmasian Sahabat Lingkungan”, yaitu apotek dan sarana pelayanan kefarmasian yang tidak hanya memberikan pelayanan kefarmasian, tetapi turut berperan dalam mengedukasi masyarakat dan mendukung pengelolaan obat yang aman serta bertanggung jawab.

Gerakan ABSO diharapkan dapat membangun kebiasaan baru di masyarakat bahwa pengelolaan obat tidak berhenti pada tahap penggunaan dan penyimpanan, tetapi juga mencakup cara membuang obat yang sudah tidak diperlukan dengan benar.

Buang obat dengan benar, lindungi kesehatan dan lingkungan. Bersama Gerakan BPOM di Bengkulu ABSO – Apotek dan sarana pelayanan kefarmasian Sahabat Lingkungan, wujudkan Bengkulu yang sehat, aman, dan peduli lingkungan.