BPKP Evaluasi Pengembangan Kawasan Transmigrasi Lagita Bengkulu Utara

Create: Sun, 09/08/2026 - 10:55
Author: Admin 3

 

BENGKULU UTARA, eWarta.co – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu melaksanakan evaluasi pengembangan Kawasan Transmigrasi Lagita di Kabupaten Bengkulu Utara pada minggu kedua Agustus 2026.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat progres pengembangan Kawasan Perkotaan Baru (KPB) Kota Terpadu Mandiri (KTM) Lagita beserta kawasan penyangganya yang berada di Kecamatan Ketahun dan Kecamatan Pinang Raya.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu, Sugimulyo, S.E., mengatakan Kawasan Transmigrasi Lagita merupakan salah satu dari 45 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Berdasarkan hasil evaluasi, program transmigrasi yang telah berjalan sejak dekade 1980-an turut mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Perkembangan kawasan terutama ditopang oleh sektor perkebunan, khususnya komoditas karet dan kelapa sawit.

“Program transmigrasi sejak dekade 1980-an telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan. Komoditas karet dan kelapa sawit menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Sugimulyo.

Selain perkembangan sektor ekonomi, kawasan Lagita juga telah dilengkapi sejumlah fasilitas publik yang mendukung aktivitas masyarakat. Di antaranya rumah sakit, Gelanggang Olahraga (GOR), Islamic Center, pasar modern, hingga Unit Kerja Keimigrasian.

Meski demikian, BPKP masih menemukan sejumlah kebutuhan yang perlu diperkuat agar pengembangan kawasan dapat berjalan lebih optimal. Salah satunya adalah pengembangan pusat bisnis serta integrasi kawasan dengan permukiman baru.

Dukungan infrastruktur ekonomi juga dinilai masih perlu ditingkatkan, termasuk kebutuhan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan fasilitas pengolahan hasil perkebunan seperti pabrik kelapa sawit.

Menurut Sugimulyo, penguatan berbagai aspek tersebut penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi dunia usaha dan investor.

“Pengembangan pusat bisnis, integrasi kawasan permukiman, serta dukungan infrastruktur ekonomi menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan agar potensi Kawasan Transmigrasi Lagita dapat berkembang secara maksimal,” katanya.

Harapan serupa disampaikan Mbah Jaino, salah seorang tokoh masyarakat yang merupakan peserta transmigrasi sejak awal program di kawasan tersebut. Ia berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan kawasan permukiman agar masyarakat yang telah lama menetap dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih optimal.

Masukan dari masyarakat tersebut menjadi salah satu bahan dalam evaluasi yang dilakukan BPKP Provinsi Bengkulu.

Hasil evaluasi selanjutnya menjadi bahan rekomendasi BPKP untuk mendorong percepatan pengembangan Kawasan Transmigrasi Lagita. Rekomendasi tersebut diarahkan pada penguatan infrastruktur ekonomi, peningkatan konektivitas antarkawasan, serta penciptaan iklim investasi yang lebih kondusif.

Dengan penguatan berbagai aspek tersebut, Kawasan Transmigrasi Lagita diharapkan tidak hanya menjadi kawasan permukiman transmigrasi, tetapi juga berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu Utara.