Blusukan ke Jelbuk, Bupati Jember Gus Fawait: Bantuan Jangan Dijual! Bunga Desaku Bukan Formalitas, Tapi Serap Aspirasi UMKM dan Petani

Create: Sun, 01/11/2026 - 05:02
Author: Redaksi

 

JEMBER, ewarta.co — Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan blusukan ke Kecamatan Jelbuk untuk menyerap langsung aspirasi pelaku UMKM dan kelompok tani. Forum dialog tersebut dipusatkan di Balai Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, pada Sabtu (31/10/2026) sore.

​Kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh keakraban ini merupakan rangkaian program unggulan Pemkab Jember, yaitu "Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan)".

​Di hadapan ratusan warga, Gus Fawait menegaskan bahwa esensi program Bunga Desa bukan sekadar seremoni dan sosialisasi program pemerintah belaka.

​"Sesuai dengan tujuannya, Bunga Desaku tidak hanya untuk sosialisasi program Pemerintah Kabupaten Jember, seperti layanan kesehatan, tetapi pertemuan semacam ini sangat kami butuhkan untuk menyerap aspirasi. Tujuannya agar program yang kami rancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk para pelaku UMKM," ujar Gus Fawait dengan hangat.

​Dalam dialog interaktif tersebut, berbagai persoalan krusial mengemuka, mulai dari kebutuhan gerobak bagi pelaku UMKM hingga alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana prasarana untuk kelompok tani.

​Meski berkomitmen menggelontorkan bantuan, Gus Fawait menyelipkan pesan tegas yang disampaikan dengan gaya santai dan diselingi canda tawa bersama warga.

​"Tadi sambil bercanda, saya berpesan agar bantuan yang sudah diberikan tidak dijual atau disalahgunakan. Ini adalah bentuk kewajiban kami, tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mengimbau agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya," tegasnya.

​Selain itu, bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini memaparkan komitmennya terhadap layanan kesehatan gratis dan penyaluran insentif guru ngaji yang menjadi program prioritas pemkab.

​Melihat tingginya antusiasme warga Jelbuk, Gus Fawait memastikan program Bunga Desa akan semakin dimasifkan hingga akhir tahun.

​"Dari jadwal yang kami terima, hingga Desember mendatang ada sekitar 20 agenda Bunga Desa. Intensitasnya akan sangat tinggi," ungkapnya.

​Lebih dari sekadar mendekatkan pelayanan, pelaksanaan Bunga Desa di paruh akhir tahun ini juga dirancang sebagai langkah taktis pengendalian inflasi. Langkah tersebut dinilai sangat strategis karena beririsan langsung dengan persiapan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta antisipasi dampak iklim ekstrem El Nino.

​Di setiap titik pelaksanaan Bunga Desa, Pemkab Jember turut membagikan paket sembako gratis kepada masyarakat. Langkah ini diambil guna menjaga daya beli warga sekaligus meredam gejolak harga pasar di tengah potensi tekanan inflasi musiman.

​Penulis: Hafit