BKSDA Bengkulu Temukan 17 Gajah Sumatera Lewat Teknologi Drone Thermal

Create: Mon, 11/05/2026 - 14:30
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co -- Bentang Alam Seblat (BAS) kembali menunjukkan perannya sebagai habitat penting bagi Gajah Sumatera. Sebagai bentuk nyata perlindungan satwa liar, Kementerian Kehutanan melakukan monitoring lapangan menggunakan teknologi drone thermal untuk memantau kelompok gajah liar di kawasan tersebut.

Penggunaan teknologi pemindaian suhu melalui drone thermal ini menjadi metode perdana yang diterapkan di kawasan Bentang Alam Seblat. Teknologi tersebut dinilai mampu membantu proses pemantauan satwa liar secara lebih efektif, terutama di wilayah hutan yang sulit dijangkau oleh petugas lapangan.

Dari hasil monitoring, teridentifikasi satu kelompok gajah liar berjumlah 17 ekor yang terdiri dari 4 ekor anakan dan 13 ekor remaja hingga dewasa. Keberadaan anakan dalam kelompok tersebut menunjukkan bahwa proses reproduksi dan regenerasi populasi Gajah Sumatera masih berlangsung dengan baik di habitat alaminya.

Kegiatan monitoring ini menjadi sangat penting setelah adanya kejadian kematian dua ekor gajah liar beberapa waktu lalu. Selain itu, sejumlah kasus kematian gajah juga pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di kawasan Bentang Alam Seblat dan sekitarnya akibat konflik manusia dan satwa liar, degradasi habitat, serta berbagai ancaman lainnya.

Penggunaan drone thermal menjadi salah satu inovasi dan penguatan upaya konservasi yang dilakukan Kementerian Kehutanan dalam mendukung perlindungan Gajah Sumatera. Teknologi ini memungkinkan proses pemantauan dilakukan tanpa memberikan gangguan signifikan terhadap perilaku alami satwa liar.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu, Agung Nugroho, mengatakan keberhasilan monitoring tersebut menjadi langkah awal penting dalam memperkuat upaya konservasi gajah di Bentang Alam Seblat. Menurutnya, penggunaan drone thermal sangat membantu tim lapangan dalam mengetahui keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya secara langsung.

“Penggunaan drone thermal dalam monitoring gajah liar di Bentang Alam Seblat merupakan terobosan baru yang sangat membantu tim di lapangan. Dari hasil pemantauan ini, kita dapat mengetahui secara langsung keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa memberikan gangguan yang signifikan terhadap satwa. Ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Bengkulu dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian gajah sumatera,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kelompok yang berhasil dipantau tersebut baru merupakan satu dari beberapa kelompok gajah liar yang berada di kawasan BAS. Karena itu, kegiatan monitoring dan pengamanan habitat akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan seluruh kelompok gajah tetap terpantau dan terlindungi.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah sumatera dan mendukung upaya konservasi yang sedang dilakukan. Keberadaan gajah sumatera merupakan bagian penting dari ekosistem hutan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Kementerian Kehutanan juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung upaya pelestarian Gajah Sumatera beserta habitatnya agar keberadaan satwa dilindungi tersebut tetap terjaga untuk generasi mendatang.