KOTAMOBAGU, eWarta.co — Temuan mengejutkan dalam inspeksi mendadak (sidak) Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib bersama jajaran di SPBU Pontodon kini mulai didalami Polres Kotamobagu.
Sidak yang dilakukan pada Selasa (8/9/2026) dini hari itu mengungkap dugaan pengisian Biosolar dalam jumlah besar menggunakan dua unit dump truck, tandon berkapasitas sekitar 2 ton, serta ratusan jeriken berukuran 25 liter.
Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., memastikan pihaknya akan melakukan pendalaman untuk mengungkap siapa yang berada di balik aktivitas tersebut.
“Kami akan mendalami lebih lanjut terkait keberadaan dua mobil dump truck yang sedang mengambil Biosolar menggunakan tandon berkapasitas besar serta ratusan jeriken yang disiapkan untuk mengisi BBM,” tegas Abdul Kholik, Rabu (9/9/2026).
Tak menunggu lama, personel Polres Kotamobagu telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pendataan, serta meminta keterangan dari pihak terkait.
“Saat ini anggota sudah turun di lokasi untuk melakukan pengecekan, pendataan, dan koordinasi dengan pihak SPBU serta Pemerintah Kota,” ujarnya.
Polisi juga akan menelusuri seluruh rantai distribusi BBM tersebut. Mulai dari pemilik kendaraan, tandon dan jeriken, hingga tujuan Biosolar serta mekanisme pengisian yang dilakukan di SPBU.
“Kami akan periksa seluruhnya, termasuk siapa pemilik mobil, tandon serta ratusan jeriken, lalu tujuan BBM akan dibawa ke mana hingga tindakan petugas SPBU,” kata Kapolres.
Sementara itu, kendaraan beserta tandon yang berisi Biosolar telah diamankan di Mapolres Kotamobagu untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan distribusi BBM bersubsidi tidak disalahgunakan dan tetap tepat sasaran.
Polres Kotamobagu menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya unsur pelanggaran hukum, maka proses hukum akan dilakukan.
“Kami mengimbau kepada pengelola SPBU dan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan maupun penyaluran BBM subsidi yang tidak sesuai peruntukan. Penindakan tegas akan kami lakukan untuk memastikan BBM tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat,” tegas Abdul Kholik.***
(Rm)










