BI Bengkulu Dorong Produksi dan Investasi untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Create: Mon, 12/10/2026 - 16:54
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu mendorong peningkatan produksi, investasi, dan ekspor untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga. Penguatan sektor tersebut dinilai penting agar potensi ekonomi Bengkulu menghasilkan nilai tambah dan membuka lebih banyak peluang usaha.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan pengendalian inflasi harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan aktivitas ekonomi. Ketersediaan pasokan barang dan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga.

“Pengendalian inflasi berkaitan erat dengan ketersediaan pasokan. Pasokan berasal dari produksi, sehingga produksi yang terjaga dan meningkat akan mendukung stabilitas harga sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Wahyu, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, peningkatan produksi komoditas strategis, termasuk cabai dan padi, perlu menjadi perhatian bersama. Koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan produksi serta memastikan pasokan tetap tersedia.

Selain sektor produksi, BI Bengkulu mendorong penguatan investasi melalui penanaman modal dalam negeri maupun asing. Investasi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas lapangan kerja, dan mendorong pengembangan sektor-sektor produktif di daerah.

Wahyu juga menekankan pentingnya memperluas pasar ekspor bagi komoditas unggulan Bengkulu. Peningkatan kualitas produk dan daya saing dinilai dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas daerah.

Di sektor perdagangan, BI Bengkulu turut mendorong penyelenggaraan festival dan kegiatan promosi bersama pemerintah daerah untuk memperluas pemasaran produk lokal. Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan transaksi, penjualan UMKM, serta mendorong masyarakat menggunakan produk dalam negeri.

Pengembangan pariwisata juga menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah. Meningkatnya kunjungan wisatawan dapat mendorong permintaan terhadap produk kuliner, suvenir, transportasi, dan berbagai layanan yang melibatkan pelaku UMKM.

Dari sisi stabilitas harga, Wahyu menyampaikan inflasi Provinsi Bengkulu hingga September 2026 berada di kisaran 3,3 persen. BI Bengkulu memperkirakan inflasi hingga akhir tahun berada di sekitar 3 persen, dengan tetap mencermati perkembangan harga pangan, komoditas energi, dan dinamika ekonomi global.

Melalui penguatan produksi, investasi, ekspor, perdagangan, dan pariwisata, BI Bengkulu mendorong sinergi pemerintah daerah dan pelaku usaha agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.