Bersama BPBD, Bupati Rini Syarifah Berikan Bantuan ke Warga Terdampak Tanah Bergerak

Create: Thu, 09/02/2023 - 16:30
Author: Redaksi

 

BLITAR, eWarta.co -- Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah bersama BPBD Berikan Bantuan Warga Desa Purworejo Kecamatan Wates yang Terdampak Tanah Gerak Kamis, (09/02/2023).

Rini Syarifah memberikan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga Desa Purworejo, Kecamatan Wates yang terdampak bencana tanah bergerak.

Ada 50 warga terdampak tanah gerak, Rumah mereka banyak yang retak dan saat ini sudah dievakuasi serta direlokasi di zona yang aman.

Bupati Rini menyampaikan, kewaspadaan dini terhadap bencana harus diperhatikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Blitar. Ia memberikan motivasi dan dorongan agar semangat berwaspada bencana mengingat Kabupaten Blitar saat ini masih di dalam status wilayah yang bercurah hujan intensitas tinggi.

"Karena saat ini di Kabupaten Blitar masih masuk curah hujan yang tinggi. Status darurat becana Hidrometeorologi juga dikeluarkan hingga akhir Februari nanti," jelas Bupati Rini.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ivong Bettriyanto menambahkan, bencana tanah gerak di Desa Purworejo Kecamatan Wates terjadi sejak 17 Oktober 2022 yang lalu.

Pihaknya diminta Bupati Blitar membantu logistik untuk mensupport keperluan masyarakat terdampak bencana tanah gerak itu sejumlah 50 KK.

"Dan hari ini yang terhormat ibu bupati berkenan menyampaikan langsung bantuan tersebut kepada masyarakat. Beliau selalu mengupayakan mengingat warga terdampak ini harus direlokasi. Sehingga beliau meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Timur dan sudah ditindaklanjuti dengan surat permohonan beliau, kita harapkan ini bisa segera terealisasi," terang Ivong.

Penuturannya, wilayah Desa Purworejo Kecamatan Wates ini pada tanggal 17 Oktober 2022 memang terjadi bencana tanah gerak. BPBD Kabupaten Blitar juga telah mendatangkan tim surveyor dari PVMBG untuk memetakan lokasi tersebut dan hasil kajiannya, sebagian Desa Purworejo masuk zona gerakan tanah sehingga tidak aman untuk dihuni.

"Solusinya mereka harus direlokasi. Karena rata-rata kerusakan rumahnya retak, halamannya retak karena tanah ini bergerak terus. Relokasi sudah kita program sejak 2022 kemarin dan untuk lokasinya ini di zona aman. Dimana untuk Purworejo ini rata-rata memakai lahan pribadi warga. Sekarang, yang diupayakan ibu bupati adalah membangun huniannya," ungkapnya.

"Karena kan yang terjadi bencana gerakan tanah se- Kabupaten Blitar ada 118 dan yang 50 ada di Purworejo. Saya mengimbau masyarakat Kabupaten Blitar tingkatkan waspada bencana dan tetap tenang. Jika terjadi bencana segera melakukan langkah penyelamatan jiwa yang didahului dengan dirinya dulu kemudian orang lain. Pos Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kabupaten Blitar siaga 24 jam, silahkan menghubungi kami apabila terjadi bencana kita akan melakukan langkah penanganan darurat," jelasnya. (Bas)