BENGKULU,eWARTA.co -- Pemerintah Provinsi Bengkulu tengah mengusulkan bantuan benih padi dan jagung sebagai alokasi bantuan program badan cadangan logistik strategis (BCLS) di Tahun 2021 seluas 51.000 hektare.
Bantuan sektor pertanian yang diusulkan ke Kementerian Pertanian berupa benih padi inbrida seluas 27.000 hektar lahan, benih padi biofortifikasi untuk 1.000 hektar, padi lahan kering 3.000 hektare serta benih jagung untuk 20.000 hektare.
Selain bantuan benih petani juga rencananya mendapat alat mesin pertanian berupa 50 unit power thresher atau mesin perontok padi serta 3 unit pengolahan hasil jagung dan kedelai.
Begitu juga dari Menteri Pertahanan (Menhan), Provinsi Bengkulu juga mendapat pengembangan tanaman pangan food estate mencapai 30.000 hektare lebih dengan komoditas tanam berupa ubi kayu dan padi.
"Usulan berdasarkan rekomendasi kepala daerah dan sudah disepakati. Saat ini masih diproses," kata Ketua Tim Program BCLS Provinsi Bengkulu Kolonel Laut (KH) Joni Agoesta, Jumat (29/1/2021).
"Untuk Menhan kami belum bicara bantuan benih, baru mengurus ijin penggunaan lahan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," tambah Joni.
Adapun lahan yang tengah disiapkan sebagai lumbung pangan nasional tersebar di enam kabupaten yaitu Kabupaten Bengkulu Tengah, Kaur, Bengkulu Selatan, Lebong, Rejang Lebong, dan Seluma. (Bisri)









