Bengkulu Selatan Siapkan Lahan Komoditas Kelapa, Program Pengembangan Dapat Dukungan Kementerian Pertanian

 

BENGKULU SELATAN, eWarta.co – Upaya Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan untuk menghidupkan kembali kejayaan komoditas kelapa atau niur mulai mendapatkan titik terang. Program pengembangan kelapa yang sebelumnya terkendala persyaratan lahan kini memperoleh dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Dukungan tersebut muncul setelah adanya penyesuaian ketentuan teknis penyediaan lahan. Jika sebelumnya program mensyaratkan 100 hektare lahan berada dalam satu hamparan, kini aturan tersebut lebih fleksibel karena dapat dipenuhi dari beberapa lokasi yang tersebar.

Kebijakan baru ini dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercepat realisasi program. Pemkab Bengkulu Selatan tidak lagi harus menyiapkan lahan dalam satu kawasan besar sehingga pelaksanaan program menjadi lebih realistis.

Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, mengatakan dukungan pemerintah pusat terhadap program ini semakin kuat. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI ke daerah tersebut.

“Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tengah dominasi perkebunan kelapa sawit yang terus berkembang,” ujar Rifai, Minggu (31/05/2026).

Rifai menjelaskan bahwa pengembangan kelapa tidak harus terpusat di satu lokasi tertentu. Pemerintah daerah akan mengoptimalkan berbagai jenis lahan yang tersedia agar program dapat berjalan lebih luas dan melibatkan masyarakat secara langsung.

Lahan yang dapat dimanfaatkan antara lain pekarangan rumah warga, kebun sawit melalui pola tumpang sari, lahan pertanian pangan, hingga kawasan sempadan pantai yang memiliki karakteristik sesuai untuk tanaman kelapa. Skema ini diharapkan mampu mempercepat perluasan areal tanam.

Pemkab Bengkulu Selatan optimistis program ini dapat menjadi langkah awal kebangkitan kembali kelapa sebagai komoditas unggulan daerah. Selain itu, pengembangan kelapa juga diharapkan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di sektor perkebunan.

Dukungan pemerintah pusat turut diperkuat dengan penilaian positif terhadap kualitas kelapa Bengkulu Selatan. Dalam sejumlah pertemuan dengan Kementerian Pertanian RI, komoditas ini disebut memiliki daya saing tinggi dan berpotensi menembus pasar ekspor dalam bentuk kelapa kupas.

Melihat peluang tersebut, pemerintah daerah mulai menyiapkan berbagai langkah pendukung seperti penyediaan bibit unggul, pelatihan budidaya bagi petani, serta penguatan akses pemasaran hasil produksi.

Program ini tidak hanya ditargetkan untuk menghidupkan kembali komoditas kelapa, tetapi juga untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat pedesaan. Diversifikasi perkebunan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap komoditas tunggal seperti kelapa sawit.

Jika berjalan sesuai rencana, pengembangan kelapa diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja baru mulai dari tahap budidaya, pemeliharaan, panen, hingga pengolahan hasil. Hal ini sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan potensi pasar yang terbuka, Bengkulu Selatan optimistis dapat mengembalikan posisi kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan daerah yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (Mr)