Bengkulu, eWarta.co -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengambil langkah penting untuk meningkatkan sektor pertanian. Hal ini dilakukan dengan memprioritaskan perbaikan infrastruktur irigasi. Langkah ini diambil untuk mengatasi kenaikan harga beras dan dampaknya terhadap inflasi, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan (PIHP) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan perbaikan irigasi, diharapkan ketahanan pangan di Bengkulu semakin terjamin.
Tantawi Dali, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, menekankan pentingnya penilaian menyeluruh terhadap kondisi jaringan irigasi. Ia menyarankan tindakan pencegahan seperti perawatan rutin dan langkah antisipatif terhadap potensi bencana alam untuk meminimalisir kerusakan di masa depan.

Selain itu, sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk mewujudkan keberlanjutan sektor pertanian.
Bergerak cepat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu mengalokasikan dana yang signifikan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini untuk perbaikan jaringan irigasi di tiga kabupaten, yaitu Bengkulu Tengah (Benteng), Bengkulu Utara, dan Kabupaten Rejang Lebong. Perbaikan ini juga dipercepat atas instruksi gubernur dan proses lelang yang lebih efisien.
Melalui langkah-langkah terpadu ini, sektor pertanian di Bengkulu diharapkan dapat terus berkembang. Hal ini akan berdampak pada stabilisasi harga beras, menguatkan ekonomi daerah, dan pada akhirnya meningkatkan ketahanan pangan. (Adv)









