BENGKULU, eWarta.co — Program pemerintah pusat untuk mendorong pengembangan bawang putih mulai direalisasikan di Provinsi Bengkulu pada 2026. Tahap awal, pengembangan dilakukan di tiga kabupaten dengan total lahan mencapai 55 hektare.
Tiga daerah tersebut yakni Kabupaten Rejang Lebong seluas 20 hektare, Lebong 10 hektare, dan Kepahiang 25 hektare. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung swasembada bawang putih sekaligus meningkatkan produksi hortikultura di Bengkulu.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, mengatakan petani penerima program akan mendapat dukungan sarana produksi dari pemerintah pusat. Bantuan meliputi bibit bawang putih, pupuk, sarana dan prasarana pendukung, serta kebutuhan produksi lainnya.
Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan verifikasi calon penerima bantuan bersama pihak terkait. Sejumlah sarana dan prasarana pendukung disebut sudah tiba di daerah, sementara bibit untuk beberapa lokasi masih menunggu distribusi dari pemerintah pusat.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian, bibit bawang putih diperkirakan tiba pada Oktober 2026. Penanaman kemudian ditargetkan dimulai November dengan masa budidaya sekitar tiga bulan, sehingga panen diproyeksikan berlangsung pada Februari hingga Maret 2027.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap program tersebut dapat membantu petani meningkatkan produksi bawang putih sekaligus membuka peluang pengembangan usaha hortikultura bernilai ekonomi. Keberhasilan program akan bergantung pada kesiapan lahan, ketersediaan sarana produksi, pendampingan, serta pemeliharaan tanaman hingga panen.
Pengembangan bawang putih di tiga kabupaten ini diharapkan tidak berhenti pada tahap penanaman. Jika berjalan baik, program tersebut dapat diperluas ke wilayah lain dan menjadi salah satu upaya memperkuat produksi bawang putih serta ketahanan pangan di Bengkulu.










