BENGKULU, ewarta.co - Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan (KP) Bengkulu ungkap pelaku investor bursa efek di Bengkulu didominasi oleh kaum milenial yang tercatat berstatus mahasiswa.
Kebanyakan mahasiswa ini berinfestasi di bursa efek dibawah Rp 500ribu serta mahasiswa yang berinvestasi ini tak lain karena kerjasama antara BEI KP Bengkulu dengan pihak Universitas Bengkulu dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu sejak tahun 2016 silam.
Kedua Perguruan Tinggi inilah yang menjadi ujung tombak perluasan informasi mengenai pasar modal atau biasa dikenal dengan bursa efek.
Alasan BEI KP Bengkulu bekerjasama dengan pihak Perguruan Tinggi karena suatu informasi yang ingin dicari harus berasal dari orang-orang yang intelektual dan tempat orang-orang itu ialah berada di Perguruan Tinggi.
"Kenapa kami memilih kampus, karena menurut saya kalau kita ingin mengetahui sesuatu biasanya kita menuju ke orang yang intelek, tempatnya orang intelek kan di kampus," kata Bayu Saputra, Kepala BEI KP Bengkulu usai Halal Bihalal dengan awak media di salah satu Rumah Makan ternama di Kota Bengkulu pada Jum'at (21/6).
Jumlah investor yang berstatus pelajar/mahasiswa di Bengkulu berjumlah 1.711 investor, kemudian disusul dengan investor berstatus pegawai swasta 794 investor, pegawai negeri 752 investor, pengusaha 284 investor, guru 80 investor, ibu rumah tangga 37 investor, TNI/Polri 14 investor, Pensiunan 15 investor serta status lainnya ada 505 investor.
Sedangkan investor berdasarkan usia 18 - 25 berjumlah 2053 investor, usia 26 - 30 berjumlah 287 investor, usia 32 - 40 berjumlah 841 investor serta usia 41 - 100 berjumlah 610 investor. (NY)









